Soal perbaikan, Emil memberikan gambaran waktu. "Saat ini perusahaan fokus pada upaya perbaikan pipa yang diperkirakan memakan waktu maksimal 5 hari ke depan," katanya.
Ia menambahkan, monitoring tekanan gas kepada shipper dan buyer di Grissik-Duri juga terus dilakukan.
Tak hanya itu, upaya mitigasi dampak lingkungan digeber. Koordinasi dengan aparat dan pemerintah daerah juga dijalin ketat. Tujuannya satu: memastikan situasi tetap terkendali dan aman untuk semua.
Menutup pernyataannya, Emil menyampaikan permohonan maaf. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berkomitmen penuh untuk memastikan keselamatan semua pihak," ucapnya.
"Kami juga terus memantau tekanan jaringan dan menyiagakan tim untuk memastikan kondisi tetap aman," pungkas Emil.
Kini, proses pemulihan masih berjalan. Semua mata tertuju pada perbaikan pipa itu, menunggu jaringan dinyatakan siap dan operasional kembali normal seperti sedia kala.
Artikel Terkait
Pemerintah Bantah Isu Arahan Penanaman Sawit di Papua
Pengacara Nadiem Klaim Chromebook Hematkan Rp 1,2 Triliun, Desak Hakim Batalkan Dakwaan
Serbuan Lalat di Kintamani: Dilema Pupuk Mentah dan Pariwisata Bali
Nadiem Bongkar Kejanggalan Dakwaan: Logika Ngawur, Chromebook Justru Hemat Rp 1,2 Triliun