Rupanya, sang sopir bus berusaha mendahului sebuah truk boks di depannya. Manuver itu dilakukan tanpa perhitungan matang. Saat bus sudah berada di lajur kanan, dari depan datanglah Suzuki Karimun dengan kecepatan cukup tinggi. Tabrakan hebat pun tak terelakkan.
Benturan keras itu langsung merenggut nyawa M Fatkhul Bahri di tempat kejadian. Sementara Nur Aeni Mega Oktavia sempat dibawa ke rumah sakit, namun sayang, luka-lukanya terlalu parah. Ia menghembuskan napas terakhir tak lama kemudian.
Petugas Satlantas yang datang ke TKP langsung bekerja cepat. Mereka mengamankan kedua kendaraan yang ringsek itu, mengolah TKP, dan mengurai kemacetan yang sempat terjadi pasca-kejadian. Lalu lintas akhirnya bisa dialihkan dan berangsur normal.
Dugaan sementara, penyebab utama musibah ini adalah kelalaian pengemudi bus. Ia diduga kurang memperhatikan situasi sekitar dan kondisi aman saat hendak menyalip. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan lebih lanjut masih terus digarap oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Tuban untuk memastikan setiap detail kejadian.
Artikel Terkait
Di Balik Gemerlap Tahun Baru, Banyak Orang Diam-diam Berjuang Melawan Kecemasan
Derita Polresta Banyuwangi: 17 Ribu Panggilan Iseng Serbu Nomor Darurat 110
Gencatan Senjata Gaza: 418 Nyawa Melayang di Tengah Masa Tenang
Maduro Ditangkap, Keberadaannya Kini Misterius