Pemanasan 20 Menit: Kunci Hindari Cedera di Tengah Demam Padel

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:15 WIB
Pemanasan 20 Menit: Kunci Hindari Cedera di Tengah Demam Padel

Popularitas padel meledak. Olahraga raket yang satu ini memang seru, bisa dimainkan hampir semua orang, dan intensitasnya bikin ketagihan. Tapi, di tengah euforia itu, ada satu hal yang sering banget dilupakan: pemanasan. Padahal, tanya ke mana-mana, pertanyaan tentang berapa lama sih idealnya pemanasan sebelum main, makin sering terdengar.

Soalnya, jangan salah, padel itu keras juga loh buat tubuh. Gerakannya cepat, berubah arah mendadak, dengan tekanan besar di bahu dan lengan. Tanpa persiapan yang bener, ya siap-siap aja cedera ngintip. Sayangnya, banyak yang masih anggep remeh. Data di lapangan, terutama di kalangan pemain amatir, cukup bikin geleng-geleng. Kebiasaan pemanasan dan pendinginan masih jauh dari kata ideal.

Menurut Raphael Tournier, seorang fisioterapis dan Supervisor Pelatihan di Vichy Physiotherapy Training Institute, padel itu menuntut kesiapan fisik yang serius. Nggak bisa asal langsung gebrak-gebrok.

"Main padel menuntut kesiapan fisik yang serius dan terstruktur," katanya.

Dia nggak sendirian. Berbagai studi menunjukkan kesenjangan yang menganga antara tuntutan olahraga dan kebiasaan pemainnya. Coba bayangin, 20% pemain ngaku nggak pernah pemanasan sama sekali! Hampir separuhnya, sekitar 45%, cuma meluangkan waktu kurang dari lima menit. Dan yang lebih parah, 69% nggak melakukan peregangan setelah permainan usai.

Angka-angka itu jelas mencerminkan satu anggapan yang keliru: bahwa padel cuma aktivitas rekreasi ringan. Padahal, mau main santai atau serius, beban mekanis pada sendi dan otot tetap aja tinggi.

Lalu, berapa lama sih yang ideal?

Nah, ini dia. Melansir Padel Magazine, para ahli sepakat soal durasi ini. Untuk benar-benar siap tempur, luangkan waktu 15 sampai 20 menit untuk pemanasan. Kuncinya, lakukan secara progresif, dinamis, dan spesifik meniru gerakan padel. Tujuannya sederhana: menyiapkan otot dan sendi, sekaligus meningkatkan kualitas gerak di lapangan.


Halaman:

Komentar