Rupanya, sang sopir bus berusaha mendahului sebuah truk boks di depannya. Sayangnya, manuver itu dilakukan tanpa memperhitungkan kendaraan dari arah lawan. Dari sanalah Suzuki Karimun bernopol S 1774 GA, yang dikemudikan M Fatkhul Bahri, melaju dan tak sempat menghindar.
Benturannya sungguh dahsyat. M Fatkhul Bahri, pengemudi Suzuki Karimun, meninggal dunia di tempat kejadian. Nasib serupa menimpa seorang penumpang mobil, Nur Aeni Mega Oktavia. Ia sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong akibat luka-luka yang terlalu parah.
Dua penumpang lain, Azka dan Arifin, lebih beruntung. Mereka mengalami luka-luka ringan dan kini masih menjalani perawatan di RS NU Tuban. Kondisi mereka dilaporkan stabil.
Begitu mendapat laporan, petugas Satlantas Polres Tuban langsung bergerak ke TKP. Mereka mengolah tempat kejadian, mengamankan kedua kendaraan yang hancur, dan mengurai kemacetan yang sempat mengular pasca-kejadian. Lalu lintas pun berangsur normal kembali.
Dugaan sementara, penyebab utama musibah ini adalah kesalahan pengemudi bus. Ia diduga kurang hati-hati dan tak memastikan kondisi lajur benar-benar aman sebelum memutuskan untuk mendahului. Sampai saat ini, penyelidikan lebih lanjut masih terus digarap oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Tuban untuk memastikan setiap detail kejadian.
Artikel Terkait
Kebakaran Hanguskan Ruko Grosir Sepatu di Pematangsiantar, Tak Ada Korban Jiwa
Mobil Avanza Terjun ke Sungai di Bangkalan, Pengemudi Diduga Keliru Injak Gas
Sekretaris Kabinet Benarkan Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia
Rem Truk Pasir Diduga Blong, Tabrak Truk Tronton di Sukoharjo