Bogor Buktikan, Kerukunan Umat Bukan Sekadar Mimpi

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 05:25 WIB
Bogor Buktikan, Kerukunan Umat Bukan Sekadar Mimpi

"Modal utama dalam merajut kebersamaan adalah kemampuan mengomunikasikan perbedaan. Dan itu tidak mudah," tegas Rachmat.

"Dibutuhkan keteladanan, kehadiran negara, serta kepekaan terhadap dinamika masyarakat."

Memang, tantangan zaman sekarang tidak kecil. Arus informasi yang tak terbendung, polarisasi, hingga politisasi identitas sering mengancam. Namun begitu, Bogor dianggap mampu bertahan. Kuncinya? Berpegang teguh pada Pancasila dan NKRI, dengan persatuan sebagai harga mati.

Rachmat juga menyoroti peran kearifan lokal. Nilai-nilai seperti gotong royong dan musyawarah yang masih hidup di masyarakat menjadi penyangga saat potensi gesekan muncul. Nilai-nilai lama itu justru memberi energi untuk memperkuat persaudaraan baru.

Momentum HUT ke-80 ini, tutupnya, adalah saat yang tepat untuk refleksi dan memperkuat komitmen.

"Kerukunan yang terbangun di Kota Bogor adalah spirit bersama dalam kebinekaan," pungkas Abdul Rachmat Saleh.

"Ini bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi juga contoh nasional bagaimana keberagaman dirawat dengan hati dan kebijaksanaan."

Dengan catatan ini, peran Kemenag Bogor jelas melampaui urusan administratif belaka. Mereka hadir sebagai penjaga harmoni, perekat bangsa, dan pelopor kehidupan beragama yang damai di tengah warna-warni Indonesia.


Halaman:

Komentar