Pendidikan Terkatung-katung: Ratusan Ribu Anak Korban Bencana Ditinggal Negara

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 04:06 WIB
Pendidikan Terkatung-katung: Ratusan Ribu Anak Korban Bencana Ditinggal Negara

Koordinator Advokasi Seknas JPPI, Ari Hardianto, angkat bicara.

Ia menekankan bahwa pendidikan adalah hak dasar. Pemulihannya butuh komando pusat yang terstruktur. Karena itu, status bencana nasional harus segera ditetapkan untuk percepatan penanganan.

"Skala kerusakan dan jumlah korban di tiga provinsi itu sudah masuk kategori darurat pendidikan," ujarnya. Ini mustahil ditangani daerah sendirian. Tanpa langkah sistematis, risiko anak putus sekolah jadi nyata.

Wacana pendidikan darurat pun sebenarnya ada. Tapi implementasinya masih minim gaung. Kebutuhan nyata di lapangan sederhana: ruang belajar yang aman, guru yang cukup, dan kepastian biaya termasuk pembebasan UKT bagi mahasiswa korban. Itu semua belum terjawab.

Jika dibiarkan begini, bencana alam bisa berubah jadi bencana generasi. Anak-anak akan kehilangan haknya, tertinggal pelajaran, dan terpinggirkan secara sosial. Generasi emas yang diimpikan bisa berubah jadi sumber kecemasan bagi masa depan bangsa.

Dalam pandangan Islam, kepemimpinan adalah amanah. Bukan simbol kekuasaan. Rasulullah SAW bersabda, pemimpin itu penggembala yang akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya. Di tengah musibah, paradigma ini menuntut kehadiran yang cepat, empatik, dan penuh solusi.


Halaman:

Komentar