Slank Rilis "Republik Fufufafa", Eks ProJo: "Fufufafa Itu Sakau Kuasa!"
Forum Keadilan TV baru-baru ini menghadirkan pembicaraan menarik. Dalam acara yang dipandu Margi Syarif, Budianto Tarigan mantan Wakil Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (ProJo) periode 2014-2019 ikut berbincang. Topiknya? Lagu baru Slank yang sedang ramai diperbincangkan.
Band legendaris itu memang baru merilis lagu berjudul "Republik Fufufafa". Ditulis oleh Bimbim, lagu ini menggambarkan sebuah negeri yang kacau balau. Tapi, apa sebenarnya maksud di balik lirik-liriknya? Kritik sosialkah? Atau ada pesan lain yang lebih spesifik?
Budianto Tarigan punya pandangannya sendiri. Menurut dia, lagu ini bukan sekadar karya biasa. "Slank kalau bikin lagu, pesannya penuh syarat. Selalu ada pesan moral dan etika, terutama dari sisi kritik sosial," ujarnya.
Dia mengakui, Slank dan para slanker dulunya adalah salah satu mesin politik untuk Jokowi. "Kita merasakan betul di 2014, bagaimana mencari dukungan. Puncaknya waktu konser Salam Dua Jari di GBK. ProJo waktu itu mengerahkan bis-bis untuk mendukung," kenang Budianto.
Namun begitu, situasinya kini berubah. Slank seolah kembali ke fitrahnya sebagai grup musik yang slengean dan vokal menyuarakan kritik. Budianto sendiri mengaku nasibnya mirip: dulu pendukung berat, sekarang sudah "tobat".
Lalu, apa kaitan lagu ini dengan kekuasaan?
"Lagu Republik Fufufafa ini dibuat dari fakta," tegas Budianto. Dia meyakini lagu itu mengonfirmasi adanya kekuatan di luar rezim yang sekarang berkuasa. Kekuatan yang mengendalikan permainan dari balik layar.
Artikel Terkait
Kasus Korupsi Reklamasi Tanjung Bunga Makassar Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan
Ketua APPMBGI Tegaskan Swasembada Beras 2025 Nyata, Didukung Data Surplus Produksi
Bay Munich Kalahkan Real Madrid 2-1 di Leg Pertama Perempat Final Liga Champions
8 April dalam Catatan: Kelahiran Kofi Annan, Tragedi Kurt Cobain, dan Proyek Energi Terbarukan