Dedi Mulyadi Tegaskan Pajak Kendaraan Pribadi Tak Naik di 2026

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:15 WIB
Dedi Mulyadi Tegaskan Pajak Kendaraan Pribadi Tak Naik di 2026

Dedi Mulyadi Buka Suara Soal Isu Kenaikan Pajak Kendaraan di Jabar

Isu pajak selalu bikin penasaran. Apalagi soal kendaraan, yang urusannya langsung ke kantong masyarakat. Nah, baru-baru ini Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara. Dia memberi penjelasan terkait tarif pajak kendaraan bermotor untuk tahun 2026. Apa iya bakal naik?

Sebagai sosok yang tak pernah benar-benar sepi dari sorotan, klarifikasi Dedi ini pun langsung menarik perhatian. Dia memastikan, seluruh layanan Pemprov Jabar sudah berjalan normal sejak 2 Januari 2026. Termasuk, tentu saja, layanan pembayaran pajak kendaraan.

Dan ini kabar baiknya: untuk kendaraan pribadi, tarifnya tidak naik.

"Untuk pajak kendaraan bermotor roda dua dan roda empat milik pribadi, tidak ada kenaikan. Tetap sama seperti tahun 2025,"

begitu penegasan Dedi, seperti terlihat dalam video di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Selain untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi yang serba tak pasti, ini juga bentuk pemberian kepastian hukum. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) pun ikut dibekukan tarifnya sepanjang tahun ini.

Namun begitu, kebijakannya berbeda untuk kendaraan umum.

Pemprov justru memberi keringanan. Tujuannya jelas: meringankan beban para pengusaha transportasi dan sekaligus menekan biaya logistik. Untuk angkutan penumpang berpelat kuning, tarif pajak dipotong dari 60 persen menjadi 30 persen. Sementara untuk angkutan barang, tarifnya turun dari 100 persen ke 70 persen.

Dedi juga menyempatkan diri berterima kasih. Menurutnya, kedisiplinan warga Jabar dalam membayar pajak adalah nyawa dari pembangunan yang terlihat sekarang.

"Jalan-jalan di Jawa Barat hari ini mulus, lebar, banyak yang dilengkapi trotoar, taman, penerangan jalan umum, drainase, dan fasilitas lainnya. Ini bukan karya saya, ini karya seluruh warga Jawa Barat yang taat membayar pajak,"

ujarnya lugas.

Di sisi lain, ada juga sindiran halus. Dedi menekankan bahwa kepatuhan bayar pajak adalah kunci utama agar anggaran pembangunan tersedia. Dia lalu mengajak semua pihak untuk terus berkontribusi, sambil menyelipkan pesan untuk para penunggak.

"Jangan sampai motornya bagus, mobilnya bagus, gagah di jalan raya, tapi enggak mau bayar pajak. Malu dong,"

katanya dengan nada khas.

Di akhir pernyataannya, dia mendoakan rezeki berlimpah bagi yang taat, dan kemudahan serta kesadaran bagi yang belum melunasi. Harapannya, semangat membangun Jawa Barat ini bisa tetap terjaga di tahun 2026, apapun kondisinya nanti.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar