“Targetku lebih ke keluarga, seperti pengin lebih sabar ke anak, lebih jaga kesehatan, dan lebih rapi ngatur keuangan rumah tangga,” katanya.
Bagi Yulia, proses menulis itu memberinya ketenangan. Rasanya seperti mengobrol pelan dengan diri sendiri sebelum melangkah lebih jauh lagi.
Hal serupa dirasakan Alya Rahma (25) dari Jakarta Timur. Segala hal ia tuangkan ke dalam buku: kelelahan, momen syukur, hingga pelajaran berharga sepanjang tahun. Tak lupa, ia juga menuliskan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun berikutnya.
Lain lagi dengan Andre Wijaya (28). Dia memilih memanfaatkan aplikasi khusus untuk journaling menyambut pergantian tahun. Sekarang kan banyak tools yang bisa dipakai, seperti Day One atau Apple Journal.
Menurut Andre, kebiasaan ini memberinya kejelasan arah.
“Journaling bantu aku masuk tahun baru dengan arah yang lebih jelas. Bukan buat bikin hidup kaku, tapi supaya aku tau mau melangkah ke mana,” ujarnya.
Jadi, sebenarnya tidak ada formula yang baku. Yang penting adalah memulai dan menemukan ritme yang pas untuk diri sendiri.
Artikel Terkait
Arus Balik Libur Tahun Baru 2026: 155 Ribu Kendaraan Serbu Jakarta
Lebih dari 16 Ribu Korban Banjir Sumatera Pilih Uang Tunai Daripada Hunian Darurat
Bentrokan Berdarah Guncang Iran, Enam Tewas dalam Gelombang Kerusuhan Terbaru
Gen Z dan Ancaman Gelombang Protes yang Bisa Menggoyang Pemerintahan Baru