Streamer Amerika iShowSpeed baru-baru ini membuat heboh. Saat cukur rambut di Cape Town, Afrika Selatan, ia memberi tip fantastis senilai $5.000 atau sekitar Rp 84 juta kepada tukang cukurnya. Alasannya sederhana sekaligus mendalam: ia baru tahu sang tukang cukur ternyata berasal dari Gaza.
Kejadian ini terjadi dalam rangkaian tur benuanya, "Speed Does Africa". Tur yang dimulai akhir Desember 2025 itu rencananya bakal menjangkau 20 negara dalam 28 hari. Cape Town adalah salah satu persinggahannya.
Nah, di tengah kesibukan tur, Speed mampir ke sebuah tempat pangkas rambut. Semuanya berjalan biasa, sampai obrolan mereka menyentuh soal asal-usul. Begitu tahu tukang cukurnya adalah seorang warga Gaza, Speed langsung terdiam sejenak. Konflik dan penderitaan yang melanda wilayah itu tampaknya langsung terbayang di benaknya.
Yang terjadi selanjutnya bikin semua orang di tempat itu terkejut. Sebagai bentuk empati dan solidaritas, Speed mengeluarkan uang tunai dalam jumlah besar untuk dijadikan tip. Padahal, sang tukang cukur sendiri awalnya menolak. Ia bahkan menawarkan untuk memberikan layanan cukurnya secara cuma-cuma.
Tapi Speed ngotot. Uang sebesar lima ribu dolar AS itu akhirnya ditaruhnya begitu saja di meja.
"Dia bersikeras tidak mau menerima," kata seorang saksi yang merekam momen itu. "Tapi Speed bilang ini bukan soal bayaran, ini soal dukungan."
Video aksi spontan itu pun menyebar cepat di media sosial. Banyak netizen yang terharu, menyebutnya sebagai tindakan kemanusiaan yang tulus di tengah situasi dunia yang seringkali terasa dingin. Meski Speed sendiri tak pernah berkomentar politik secara gamblang, langkahnya ini dilihat banyak orang sebagai pernyataan sikap yang jelas.
Memang, nama iShowSpeed atau Darren Jason Watkins Jr. bukan baru dalam hal dukungan untuk Palestina. Streamer kelahiran Ohio, 21 Januari 2005 ini sudah lama dikenal vokal. Dengan lebih dari 47 juta subscriber di YouTube, pengaruhnya tidak main-main. Apa yang dilakukannya, sekecil apapun, selalu mendapat sorotan.
Dan kali ini, di sebuah barbershop sederhana ribuan mil dari rumahnya, ia memilih untuk menyampaikan solidaritasnya dengan cara yang paling langsung: dari tangan ke tangan.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Sidang Isbat Tunggu Hasil Rukyat
Yenny Wahid: Hormati Perbedaan Penetapan Awal Ramadan
Arab Saudi Siapkan Ruang Iktikaf di Atap Masjid Nabawi Sambut Ramadan
Kemenag Sulsel dan BMKG Pantau Hilal Ramadan dari Tiga Titik