Langit Pyongyang mungkin masih gelap, tapi suasana di lapangan perayaan sudah ramai sejak subuh. Kamis pagi (1/1), Kim Jong-un muncul di tengah kerumunan warga yang berkumpul untuk menyambut tahun 2026. Ia tak sendirian. Seperti beberapa kesempatan sebelumnya, sang pemimpin datang lengkap dengan istri, Ri Sol Ju, dan putri mereka, Kim Ju Ae.
Dengan mantel panjang khasnya, Kim tampak santai. Sesekali, ia melambaikan tangan ke arah kerumunan. Sorak-sorai pun langsung menggema. Penampilan putrinya, seperti biasa, menarik perhatian banyak pengamat. Kehadiran anaknya itu bukan lagi hal baru, tapi tetap saja jadi bahan pembicaraan.
Menurut sejumlah saksi, acara tahun baru ini berlangsung cukup khidmat. Namun begitu, ada tujuan lain di balik kunjungan ini. Reuters melaporkan, setelah merayakan tahun baru, Kim Jong-un juga mengunjungi Mausoleum Kumsusan.
Tempat itu bukan sembarang lokasi. Di sanalah para pemimpin Korea Utara sebelumnya disemayamkan. Kunjungan ini jelas sebuah bentuk penghormatan, sebuah ritual untuk mengingatkan warisan dan kelanggengan rezim.
Jadi, perayaan ini bukan sekadar pesta kembang api dan salam-salaman. Ada nuansa politik yang kuat, sebuah pertunjukan kekuatan dan kelanggengan dinasti di depan rakyatnya sendiri. Semuanya terangkum dalam satu pagi di awal tahun.
Artikel Terkait
Gen Z dan Ancaman Gelombang Protes yang Bisa Menggoyang Pemerintahan Baru
Jalan Hilang, Akses Terputus: Bekas Amukan Banjir Bandang di Duo Koto Belum Pulih
Resolusi 2026: Hidup Panjang dan Bermakna Dimulai dari Hal-Hal Kecil
Hunian Sementara di Aceh Tamiang Tak Sekadar Tempat Berlindung, Dilengkapi Fasilitas Penunjang