Pria Pengaku Aparat Diamankan Usai Aniaya Petugas SPBU Cipinang

- Selasa, 24 Februari 2026 | 22:00 WIB
Pria Pengaku Aparat Diamankan Usai Aniaya Petugas SPBU Cipinang

Seorang pria berusia 31 tahun, berinisial JM, akhirnya diamankan Polres Jakarta Timur. Ia diduga kuat sebagai pelaku pemukulan terhadap tiga pegawai SPBU di kawasan Cipinang. Yang cukup nekat, pria ini sempat mengaku-ngaku sebagai bagian dari aparat penegak hukum.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurizal, langsung memimpin interogasi singkat saat JM digelandang masuk. Pelaku tampak hanya mengenakan kaus dan celana pendek berwarna hitam. Sorotan kamera pun mengarah ke mereka.

"Kenapa kamu memakai TNKB palsu?" tanya Alfian, suaranya tegas.

"Siap, untuk mengisi Pertalite, Pak," jawab JM dengan singkat.

Alfian tak berhenti di situ. Ia lalu menanyai alasan di balik penganiayaan terhadap petugas SPBU. Menurut pengakuan JM, ia merasa diprovokasi.

"Karena ditarik, Pak, baju saya, Pak," ucap pelaku mencoba membela diri.

Namun begitu, pengakuan itu langsung dibantah tegas oleh Kapolres. Dari hasil pemeriksaan, Alfian menyatakan cerita JM tidaklah sesuai fakta di lapangan.

"Malah sebaliknya, kamu yang menarik baju," tegas Alfian, menyudahi pembelaan pelaku.

Modus Mengaku Mobil Jenderal

Ternyata, itu bukan satu-satunya kebohongan. Untuk mendapatkan Pertalite, JM juga mengarang cerita bahwa mobil yang ia kendarai adalah milik seorang jenderal. Rupanya, itu triknya agar permintaannya dituruti.

"Kenapa kamu mengaku mobil jenderal?" tanya Alfian lagi, mencoba menyelami motifnya.

Jawabannya polos, sekaligus menggelikan. "Biar diisi Pertalite, Pak," sahut JM.

Kini, pria itu telah mendekam di tahanan Mapolres Jakarta Timur. Fakta yang terungkap jelas: JM sama sekali bukan oknum aparat seperti yang ia klaim selama ini. Hanya seorang warga biasa yang nekat berbuat onar.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar