Rencana Donald Trump untuk membeli Greenland kembali mencuat. Gagasan yang bagi banyak orang terdengar mustahil itu, rupanya masih serius digarap oleh mantan Presiden AS tersebut. Bahkan, kabarnya sudah sampai pada tahap penawaran nominal ke warga setempat.
Di sisi lain, berita tentang kuota beasiswa LPDP yang melonjak jadi 5.750 kursi pada 2026 juga ramai diperbincangkan. Dua topik yang berbeda jauh ini sama-sama menyita perhatian pembaca sepanjang akhir pekan lalu.
Trump dan Gagasan "Membeli" Greenland yang Tak Kunjung Padam
Menurut laporan Reuters, AS dikabarkan menawarkan sejumlah uang kepada penduduk Greenland sebagai bagian dari rencana pengambilalihan. Angkanya bervariasi, mulai dari 10.000 hingga 100.000 dolar AS. Kalau dirupiahkan, nilainya bisa mencapai Rp 1,68 miliar, asumsi kursnya Rp 16.895 per dolar.
Bayangkan saja, pulau dengan populasi sekitar 57.000 jiwa itu didatangi dengan tawaran semacam itu. Langkah ini jelas dilihat banyak pihak sebagai upaya transaksi pembelian, meski sebelumnya opsi militer juga sempat diembuskan. Trump sendiri, dalam kesempatan lain, kembali meyakinkan wartawan bahwa AS perlu mengambil alih Greenland.
Namun begitu, respons dari pihak Greenland justru tegas dan dingin.
“Sudah cukup, tidak ada lagi khayalan tentang aneksasi,” tulis Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, di Facebook.
Artikel Terkait
Wall Street Berharap pada Laba Perusahaan di Tengah Badai Politik
Wall Street Berakhir Merah, Sektor Kesehatan Terpukul Sementara Semikonduktor Bersinar
Paket Ekonomi Andalan Pemerintah Dipastikan Berlanjut hingga 2026
KKP Buka Keran Ekspor Tuna dan Cakalang ke Jepang Bebas Bea