BTNK pun langsung bergerak cepat. Semua aktivitas pelayaran wisata dihentikan demi satu hal: keselamatan bersama.
Nah, buat para wisatawan yang sudah punya rencana ke sana, BTNK punya pesan khusus. Mereka diminta untuk segera menghubungi operator kapal atau pihak balai untuk konfirmasi dan penjadwalan ulang. Jangan nekat, karena kondisi diperkirakan masih buruk selama sepekan ke depan. BMKG memprediksi masih ada potensi heavy rain, badai tersebar, dan gelombang tinggi yang berbahaya.
Di sisi lain, BTNK juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk terus memantau perkembangan cuaca dari BMKG. Khusus untuk pemilik kapal dan nakhoda, ketaatan pada arahan KSOP Labuan Bajo adalah hal mutlak. Jika cuaca tampak makin memburuk, koordinasi dengan pihak berwenang harus segera dilakukan.
Intinya, semua pihak diminta waspada. “Semua pihak diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan menunda aktivitas apabila kondisi tidak memungkinkan,” tegas Siga. Lebih baik menunggu daripada mengambil risiko di tengah lautan yang sedang murka.
Artikel Terkait
Prabowo Tinjau Aceh Tamiang: Uang Lelah Dikoreksi Jadi Uang Semangat
Anak Sulung: Dewasa Sebelum Waktunya, Lelah yang Tak Terucapkan
Iran Berduka: Enam Tewas dalam Kerusuhan Akibat Protes Ekonomi
Prabowo dan BRICS: Bebas Aktif atau Pergeseran Haluan?