Suasana di stadion masih terasa panas usai laga El Clasico Indonesia, Minggu lalu. Di tengah hiruk-pikuk itu, ada satu sosok yang diam-diam memperhatikan. John Herdman, pelatih anyar Timnas Indonesia, ternyata hadir langsung menyaksikan duel sengit Persib Bandung melawan Persija Jakarta. Dan matanya tertuju pada satu nama: Rizky Ridho.
Kapten Persija itu dinilainya tampil solid. Padahal, tekanan dalam laga klasik itu luar biasa. Herdman, pelatih asal Inggris itu, terkesan. Baginya, penampilan Ridho mencerminkan kualitas pemain lokal yang terus berkembang lewat kompetisi domestik. Konsistensi, menurutnya, adalah kunci utama untuk bek berusia 24 tahun itu.
"Kita punya pemain seperti Rizky Ridho yang tampil baik di liga," ujar Herdman.
"Mudah-mudahan dia bisa naik level berikutnya."
Pujian itu jelas bukan sekadar basa-basi. Ini adalah sinyal kuat bahwa Rizky Ridho masuk dalam radar pemantauan serius. Herdman menegaskan, dia lebih memilih menilai pemain langsung dari pinggir lapangan, merasakan atmosfernya, bukan cuma mengandalkan data dan statistik di layar komputer.
Namun begitu, fokusnya tak cuma pada satu bintang. Herdman juga aktif memantau pemain-pemain muda yang rutin mendapat kesempatan bermain di Super League. Menurutnya, ini hal yang krusial.
Dia ambil contoh Borneo FC. Klub itu, dalam pandangannya, memberi ruang yang cukup besar bagi talenta muda. Bermain secara reguler itu penting banget untuk pembentukan mental dan kualitas seorang pemain.
"Menurut saya penting bagi pemain muda kita, seperti pemain muda di Borneo FC untuk mendapatkan menit bermain," tegas Herdman.
"Mereka perlu tahu bahwa pelatih timnas memerhatikan mereka karena mereka adalah masa depan kita."
Di sisi lain, Herdman sendiri terpana dengan atmosfer El Clasico yang disaksikannya. Gairahnya, tensinya, semuanya meninggalkan kesan mendalam baginya. "Saya pikir kita harus mengakui dan menghargai liga profesional di sini," ungkapnya. Laga yang panas dan penuh gairah seperti itu, menurut pelatih 50 tahun ini, justru jadi sarana latihan mental yang sempurna bagi pemain lokal untuk terbiasa dengan situasi sulit.
Herdman sendiri baru resmi diperkenalkan ke publik pada Selasa lalu. PSSI mengikatnya dengan kontrak dua tahun, plus opsi perpanjangan dua tahun ke depan.
Dengan pendekatannya yang langsung turun ke lapangan, Herdman sepertinya ingin memberi pesan: Timnas Indonesia nanti akan diisi oleh pemain-pemain yang benar-benar terbukti performanya, bukan sekadar nama besar. Dan untuk saat ini, Rizky Ridho jelas berada di puncak daftar pantauannya.
Artikel Terkait
Kurniawan Minta Maaf Usai Timnas U-17 Takluk dari Malaysia
Mantan Kiper Arsenal dan Austria, Alex Manninger, Tewas dalam Kecelakaan Kereta Api
Nathan Tjoe-A-On Kembali Bermain Usai Kasus Paspor, Willem II Raih Kemenangan
Pelatih Persija Ingatkan Konsistensi Jadi Kunci Kejar Gelar Juara