Sebuah ledakan mengguncang gedung farmasi di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu malam lalu. Kini, polisi sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Mereka adalah EB (54), sang Direktur PT NNN, dan SW (32), yang bertanggung jawab sebagai Kepala Mesin Ekstraksi di perusahaan itu.
“Berdasarkan alat bukti yang cukup serta hasil rangkaian penyelidikan dan penyidikan, Satreskrim menetapkan dua orang tersangka, yaitu EB (54), laki-laki, selaku Direktur PT NNN, dan SW (32), perempuan, selaku Kepala Mesin Ekstraksi,”
Demikian penjelasan Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor D.H. Inkiriwang, dalam keterangannya Kamis siang. Penetapan ini, katanya, tak lepas dari pemeriksaan terhadap lima saksi dan dua saksi ahli. Barang bukti juga diamankan, mulai dari buku manual mesin, laporan lab forensik, sampai unit mesin ekstraksi itu sendiri.
Menurut sejumlah saksi warga, malam itu terdengar suara keras sebelum tembok bangunan di Jalan Jombang Raya itu ambrol. Polisi menerima laporan sekitar pukul 20.30 WIB.
Lantas, dari mana asal ledakannya? Kasatreskrim setempat, AKP Wira Graha Setiawan, membeberkan hasil olah TKP. Gedung empat lantai yang sudah beroperasi lima tahun itu rupanya menyimpan titik masalah di lantai paling atas.
“Hasil cek TKP, asal ledakan dari lantai empat, di mana terdapat mesin ekstraksi yang meledak pada saat kejadian,” ujar Wira.
Artikel Terkait
Tragedi Api di Bar Swiss, Pesta Tahun Baru Berujung Duka
Rem Blong di Turunan Sendi, Elf Wisata Terbalik dan Lukai 16 Penumpang
Bahasa Birokrasi yang Mengasingkan: Ketika Pemerintah Lupa Bercerita
Rajab 1447 H: Puasa Ayyamul Bidh Januari 2026, Momentum Ibadah yang Bertepatan dengan Bulan Haram