"Bupati kemudian akan dibantu Kapolres dan Kajari untuk melakukan cross check. Tandatangani bertiga. Prosesnya tidak perlu menunggu semuanya selesai, bisa bergelombang," jelas mantan Kapolri itu.
Di sisi lain, Tito memberikan contoh keberhasilan dari daerah lain. Di Tapanuli Selatan, bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) yang dicairkan cepat ternyata berdampak signifikan.
"Setelah data masuk dan dana dari BNPB turun, jumlah pengungsi langsung menyusut drastis. Dari yang awalnya 21.000 orang, kini hanya tersisa sekitar 4.000 saja," paparnya.
Cerita dari Tapanuli Selatan itu, baginya, adalah bukti nyata. Kecepatan penyediaan data menjadi kunci utama untuk memulihkan keadaan dan mengosongkan tenda-tenda pengungsian.
"Nah, ini yang kami lihat. Kecepatan data inilah kuncinya," tutup Tito menekankan.
Artikel Terkait
Gudeg Rp 85 Ribu di Malioboro Bikin Netizen Heboh, Begini Tanggapan Pejabat
Setengah Juta Orang Serbu Jogja di Malam Tahun Baru, Sampah Justru Turun
Longsor Mengganas: Bencana Paling Mematikan Sepanjang 2025
Ribuan Pengunjung Ragunan Terjebak Macet Usai Serbu Hari Pertama 2026