"Bupati kemudian akan dibantu Kapolres dan Kajari untuk melakukan cross check. Tandatangani bertiga. Prosesnya tidak perlu menunggu semuanya selesai, bisa bergelombang," jelas mantan Kapolri itu.
Di sisi lain, Tito memberikan contoh keberhasilan dari daerah lain. Di Tapanuli Selatan, bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) yang dicairkan cepat ternyata berdampak signifikan.
"Setelah data masuk dan dana dari BNPB turun, jumlah pengungsi langsung menyusut drastis. Dari yang awalnya 21.000 orang, kini hanya tersisa sekitar 4.000 saja," paparnya.
Cerita dari Tapanuli Selatan itu, baginya, adalah bukti nyata. Kecepatan penyediaan data menjadi kunci utama untuk memulihkan keadaan dan mengosongkan tenda-tenda pengungsian.
"Nah, ini yang kami lihat. Kecepatan data inilah kuncinya," tutup Tito menekankan.
Artikel Terkait
Remaja 14 Tahun Hilang di Hutan Mamuju, Pencarian Gabungan Masih Berlangsung
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting
Peneliti IPB Kembangkan Pakan Probiotik Antikoksi untuk Dongkrak Produktivitas Ayam
Motor Terbakar di Tengah Perempatan Maros, Keluarga Selamat