Di tengah upaya penanganan banjir dan longsor di Aceh, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian punya pesan khusus untuk para kepala daerah. Intinya sederhana: data hunian yang rusak harus segera dikumpulkan dan dilaporkan. Tanpa data yang akurat dan cepat, bantuan dari pemerintah pusat untuk perbaikan rumah warga sulit turun.
"Kami sudah beberapa kali rapat. Kepala daerah selalu kami minta bantuannya untuk mempercepat pengumpulan data," ujar Tito.
Ia menyampaikan hal itu dalam sebuah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Kamis lalu.
Menurut Tito, kecepatan itu krusial. Ia membandingkan dengan dua provinsi tetangga, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, yang dinilainya sudah relatif cepat mengirimkan datanya. Nah, Aceh diminta menyusul. Prosesnya tak boleh lambat lagi, agar aliran bantuan segera menyentuh warga yang membutuhkan.
Lalu, bagaimana dengan dokumen warga yang hilang atau rusak diterjang banjir? Pemerintah punya solusi. Mereka memberi kelonggaran dengan mengandalkan data yang dihimpun oleh keuchik atau kepala kampung.
Nantinya, keuchik akan mendata tingkat kerusakan rumah: ringan, sedang, atau berat. Data itu lalu naik ke Bupati.
Artikel Terkait
Gudeg Rp 85 Ribu di Malioboro Bikin Netizen Heboh, Begini Tanggapan Pejabat
Setengah Juta Orang Serbu Jogja di Malam Tahun Baru, Sampah Justru Turun
Longsor Mengganas: Bencana Paling Mematikan Sepanjang 2025
Ribuan Pengunjung Ragunan Terjebak Macet Usai Serbu Hari Pertama 2026