Banjir bandang dan longsor yang memorak-porandakan sejumlah wilayah di Sumatera telah menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Data terbaru menyebutkan, lebih dari seribu seratus orang di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara meninggal dunia. Namun, status bencana nasional untuk tragedi ini belum juga ditetapkan. Hal ini pun terus jadi pertanyaan banyak pihak.
Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung soal itu. Dalam sebuah rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis lalu, ia secara terbuka menjawab kegelisahan yang muncul.
"Jadi saudara-saudara masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional," ujar Prabowo.
Menurutnya, bangsa Indonesia punya kemampuan untuk menghadapi musibah ini tanpa harus mengeluarkan status tersebut. "Sebagai bangsa, sebagai negara, kita mampu menghadapi ya. Kita tidak perlu menyatakan bencana nasional," tegasnya.
Pernyataan itu bukan berarti pemerintah menganggap remeh. Prabowo berusaha meyakinkan bahwa penanganan bencana tetap berjalan serius, bahkan tanpa label 'nasional'. Ia menyebut sejumlah menterinya turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan bantuan sampai.
Artikel Terkait
Diplomasi Digital: Perlukah Indonesia Ambil Alih Kendali Data Warganya?
Kapolres Jakarta Timur Hadapi Dua Preman BKT, Tanya Tarif Paksa hingga Senjata Tajam
Sawit Dikukuhkan, Hutan Dikorbankan: Negara dalam Cengkeraman Oligarki
1.050 Huntara Siap Huni, BNPB Pacu Pembangunan Jelang Ramadan