Isinya juga menegaskan sikap ekspansionis Israel. Di sisi lain, dukungan penuh diberikan untuk kedaulatan dan persatuan Somalia. Mereka khawatir, pengakuan terhadap sebagian wilayah suatu negara bisa jadi preseden buruk. Bayangkan jika ini ditiru di tempat lain ancaman bagi perdamaian dunia jadi nyata.
Narasi lain yang mereka tolak adalah keterkaitan langkah ini dengan pengusiran paksa rakyat Palestina. Itu sama sekali tidak bisa diterima, dalam bentuk apapun.
Lalu, apa sebenarnya yang terjadi? Israel, lewat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menjadi negara pertama yang mengakui Somaliland secara resmi. Wilayah ini memang sudah mendeklarasikan kemerdekaan sepihak sejak 1991, setelah perang saudara melanda Somalia.
Jadi, situasinya kompleks. Di satu sisi ada klaim kemerdekaan sebuah wilayah, di sisi lain ada prinsip kedaulatan negara yang dipegang teguh oleh banyak bangsa. Langkah Israel ini, bagi yang menentang, bukan sekadar pengakuan diplomatik biasa. Ini dianggap sebagai pukulan bagi tatanan internasional yang sudah ada.
Artikel Terkait
Turki Pastikan Tiket ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kosovo
Mahfud MD Sebut Penyiraman Aktivis Andrie Yunus sebagai Operasi Intelijen
Republik Ceko Lolos ke Piala Dunia Usai Kalahkan Denmark Lewat Adu Penalti
Pemerintah Terapkan WFH Sehari Seminggu bagi ASN, Berlaku Setiap Jumat