Tanggal 1 Januari 2026 nanti, New York City akan menyambut sosok baru di balik meja walikota. Zohran Mamdani, pemenang pemilu 4 November 2025, resmi akan dilantik. Kemenangannya bukan sekadar pergantian pimpinan biasa. Di usianya yang ke-34, Mamdani tercatat sebagai walikota termuda dalam lebih dari seratus tahun. Lebih dari itu, dia juga mencatatkan sejarah sebagai walikota Muslim pertama sekaligus walikota pertama dengan latar belakang Asia Selatan untuk kota yang super majemuk ini.
Soal acara pelantikannya, tim transisi Mamdani punya rencana yang cukup unik. Rupanya, akan ada dua bagian prosesi yang digelar.
Pertama, ada sumpah resmi yang dihelat tepat di tengah malam. Jumat dini hari pukul 12:01, Jaksa Agung New York Letitia James akan membacakan ikrar jabatan. Yang menarik, lokasinya bukan di balai kota yang megah, melainkan di stasiun kereta bawah tanah Balai Kota Tua yang sudah lama terbengkalai. Pemilihan tempat ini jelas punya pesan. Konon, ini adalah simbol dari komitmen Mamdani pada para pekerja dan pembenahan infrastruktur kota yang jadi perhatian utamanya. Acara ini bersifat privat, hanya dihadiri segelintir orang.
Nah, baru setelahnya, giliran publik yang bisa menyaksikan. Upacara pelantikan terbuka digelar siang harinya, pukul 13:00, di tangga Balai Kota. Senator AS Bernie Sanders yang akan memimpin prosesi. Untuk merayakannya, akan ada "Pesta Blok Era Baru" sepanjang Broadway yang terbuka untuk semua warga.
Di sisi lain, ada satu detail ritual yang menyita perhatian banyak media, termasuk The New York Times dalam laporannya tanggal 31 Desember 2025. Zohran Mamdani, seorang Muslim yang taat dan lahir di Uganda, akan mengucapkan sumpah jabatannya dengan meletakkan tangan di atas Al-Quran.
"Mamdani Akan Menjadi Walikota NYC Pertama yang Menggunakan Al-Quran pada Upacara Pelantikannya,"
demikian judul yang diusung koran ternama tersebut.
Ini tentu menjadi momen bersejarah. Selama dua upacara pelantikannya nanti, Mamdani akan menggunakan tiga Al-Quran. Dua di antaranya adalah kitab suci milik keluarga, sementara satu lagi adalah Al-Quran yang dulu dimiliki oleh Arturo Schomburg, seorang penulis dan sejarawan kulit hitam ternama. Keikutsertaan Al-Quran Schomburg ini memberi dimensi lain, menghubungkan warisan budaya yang berbeda dalam satu momen penting.
Bagi Mamdani, pelantikan ini adalah puncak dari sebuah perjalanan yang mewakili banyak hal. Dia adalah gambaran baru untuk New York: seorang milenial, keturunan Asia Selatan, dan seorang Muslim. Namun begitu, bagi komunitas Muslim kota ini yang jumlahnya ratusan ribu, kebanggaan itu punya rasa yang lebih personal. Mereka tak hanya melihat seorang pemimpin baru, tetapi juga sebuah tradisi kesalehan yang dihormati di ruang publik tertinggi kota. Untuk pertama kalinya, kitab suci mereka akan menjadi bagian dari sumpah suci seorang Walikota New York.
Artikel Terkait
17 Februari dalam Catatan Sejarah: Dari Tsunami Maluku 1674 hingga Kelahiran Buya Hamka dan Michael Jordan
Rooney Ingatkan Risiko Euforia United Strands, Cunha Tegaskan Fokus Hanya pada Poin
Tyler Morton Ungkap Kurangnya Kepercayaan dari Arne Slot Sebabkan Hengkang ke Lyon
Persib Dikabarkan Intip Kiper Belanda Ronald Koeman Jr.