“Jangan menunggu datanya sampai selesai semua. Karena kita berhitung hari, berhitung jam,” tegas Tito.
Pendataan bertahap, atau ‘data gelombang pertama’ istilahnya, dinilainya lebih efektif. Data cepat dari pemda akan memungkinkan BNPB segera mencairkan bantuan. Data yang sama juga jadi acuan Kementerian Sosial untuk bantuan lauk pauk, perlengkapan rumah, hingga modal usaha.
Di sisi lain, ada persoalan infrastruktur vital yang tak kalah mendesak. Mendagri akan membawa aspirasi perbaikan bendungan di Aceh Utara langsung ke meja Presiden dan kabinet. Bendungan itu urat nadi pertanian di sana.
“Jadi nanti semua data kita akan sampaikan, termasuk utamanya adalah satu, masalah bendungan tadi. Karena ini sangat vital mengairi sawah yang lain,” tandasnya.
Rencananya, data kerusakan bendungan dan irigasi akan diserahkan ke Menteri PUPR, sementara data sawah dan kebun yang rusak menjadi tugas Kementerian Pertanian untuk dipulihkan. Semuanya harus bergerak serentak. Pemulihan pascabencana, bagaimanapun, adalah lomba melawan waktu.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Tegaskan Anggaran Sewa Helikopter Rp 2 Miliar Belum Direalisasi
Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa