Amien Rais Tuding Prabowo: Bukan Lagi Bagian Masalah, Tapi Masalah Itu Sendiri

- Selasa, 30 Desember 2025 | 17:25 WIB
Amien Rais Tuding Prabowo: Bukan Lagi Bagian Masalah, Tapi Masalah Itu Sendiri

Lewat kanal YouTube-nya pada Senin lalu, Amien Rais tak tanggung-tanggung melontarkan kritik. Sang Ketua Majelis Syura Partai Ummat itu secara terbuka menyamakan posisi Presiden Prabowo Subianto dengan Soeharto di masa akhir kekuasaannya. Bagi Amien, Prabowo kini bukan lagi sekadar bagian dari masalah, melainkan telah menjadi "masalah pokok" bagi Indonesia.

Ia mengawali dengan kilas balik. Menjelang lengsernya Orde Baru di tahun 1998, Amien pernah ditanya wartawan asing tentang Soeharto. Jawabannya kala itu tegas: Soeharto adalah masalah itu sendiri.

"Melihat performa Presiden Prabowo sejak dilantik... saya bisa mengatakan Presiden Prabowo bukan lagi a part of the problem, tetapi he is the problem," tegas Amien.

Menurutnya, Prabowo gagal menunjukkan taring dan masih berkutat di bawah bayang-bayang Joko Widodo. Kekecewaannya ini memuncak menyusul penanganan banjir dahsyat di Sumatera akhir November lalu, yang dinilai banyak pihak cuma formalitas belaka. Amien juga tak sungkan menyentil Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan sebutan "plonga-plongo".

Rasanya, kepercayaan publik pada Prabowo terus meleleh dengan cepat. Alih-alih menampung aspirasi, pemerintah justru dianggapnya sinis terhadap kritik.

Di sisi lain, Amien menyoroti situasi HAM yang menurutnya kian tererosi. Ia menyebut data mengerikan dari gelombang protes Mei 2025, yang berujung pada penangkapan ribuan orang dan kekerasan terhadap ratusan demonstran.

"Lebih dari 90 persen mereka yang berdemonstrasi adalah pemuda-pemudi yang hidupnya pas-pasan. Sebagian besar mereka mungkin hanya makan daging setahun sekali saat Idul Adha," ungkapnya, suara terdengar berat.

Lalu, kenapa pemerintah dianggap lamban menetapkan status bencana nasional untuk banjir Sumatera? Amien mengutip pernyataan Habib Rizieq Syihab yang menduga ada ketakutan tersendiri. Jangan-jangan, ada kekhawatiran jika jurnalis investigasi asing masuk dan mengungkap kerusakan hutan akibat korporasi tambang dan sawit.

"Prabowo sendiri punya kebun kelapa sawit seluas ribuan hektar. Jutaan hektar kebun sawit adalah sebab pokok banjir terbesar sepanjang sejarah Sumatera," tukasnya. Ia juga menuding peran Jokowi yang masih menjadi fasilitator utama bagi para "raja hutan" dan "raja tambang".

Pada akhirnya, Amien Rais menyimpulkan dengan nada getir. Baginya, tidak ada lagi perbedaan berarti antara gaya kepemimpinan Jokowi dan penerusnya.

"Makin jelas buat saya, ternyata Jokowi garis miring Prabowo adalah 11/12. Mboten wonten bentenipun, saestu sami mawon (Tidak ada bedanya, sungguh sama saja)," pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar