Kau telah menyuarakan semua yang sesak di dada kami. Kau memikul beban yang terlalu berat untuk kami angkat sendiri. Dan kau menempuh jalan terjal itu atas nama jutaan orang tanpa pretensi, tanpa pernah mengharap balasan atau pujian.
Maka, kami takkan meratap hari ini. Rasanya tak pantas. Ratapan itu untuk mereka yang benar-benar tiada. Sedangkan engkau, kau akan tetap hidup. Kau kekal sebagai jejak dalam langkah kami, sebagai sikap dalam ingatan kolektif, dan sebagai sebuah makna yang tertanam dalam jiwa.
Kata-katamu akan terus bergema. Bayanganmu akan jadi saksi bisu atas zaman yang berusaha mematahkan kami, tapi gagal.
Suaramu? Itu akan tetap menjadi cambuk di leher musuh-musuh Allah. Dan bagi kami, saudaramu di kota yang terluka ini, suaramu adalah penawar.
(Rashdul Maidan)
Artikel Terkait
Leeds United Singkirkan West Ham Lewat Drama Adu Penalti di Perempat Final FA Cup
Frankfurt Gagal Pertahankan Keunggulan, Köln Bangkit untuk Raih Poin 2-2
Petrokimia Gresik Sapu Bersih Jakarta Electric PLN 3-0 di Final Four Proliga
Keputusan Tahanan Rumah Yaqut Picu Gelombang Permohonan Serupa di KPK