Sebelumnya, gelombang pertama sudah lebih dulu datang di pertengahan Desember. Saat itu, hujan salju turun cukup deras, menyelimuti kawasan pegunungan tinggi seperti Hail dan Tabuk. Pemandangan yang langka, tapi nyata.
Lalu, sekitar tanggal 24 sampai 27 Desember, gelombang kedua menyusul. Wilayah Perbatasan Utara merasakan dampaknya paling signifikan. Suhu yang turun drastis saat itu seolah jadi pintu gerbang menuju kondisi yang lebih beku di awal Januari nanti.
Nah, terkait gelombang ketiga ini, NCM mengimbau warganya untuk waspada. Terutama saat pagi buta dan malam hari, di mana dingin akan terasa paling menusuk. Mereka menekankan pentingnya mengambil langkah antisipasi untuk menghadapi cuaca ekstim tersebut.
Memang, pada umumnya Arab Saudi hanya punya dua musim utama: panas dan dingin. Tapi jangan salah, secara geografis ada juga masa-masa peralihan yang rasanya mirip musim semi atau gugur. Jadi, perubahan cuaca yang ekstrem seperti ini sebenarnya bukan hal yang mustahil, meski tetap mengejutkan.
Artikel Terkait
Irak Akhiri Puasa 40 Tahun, Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Bolivia
KPK Dalami Pembelian Rumah Tersangka Bupati Bekasi Nonaktif
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 Usai Ditaklukkan Bosnia Lewat Adu Penalti
Turki Pastikan Tiket ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kosovo