“Ini sangat lambat karena kasus ini darurat. Katanya di media, siap sedia 24 jam di momen Natal dan Tahun Baru ini. Buktinya sangat lambat,”
tuturnya dengan nada kesal.
Kedatangan petugas pun tak serta merta meredakan kekecewaan. Saat ditanya warga tentang akar masalahnya, para petugas itu cuma memberi jawaban singkat dan tidak jelas. Mereka hanya menyebut ada gangguan, tanpa penjelasan lebih lanjut. Sikap ini tentu saja menambah rasa frustrasi.
“Ini soal keselamatan. Kami tak bisa tidur karena gangguan listrik yang kami was-was bisa memicu terjadinya korsleting. Saya harap PLN bisa lebih baik lagi dalam penanganan gangguan,”
keluh warga-warga yang merasa haknya tak dipenuhi.
Jadi, selain gangguan teknis yang mengancam, kelambatan dan komunikasi yang buruk dari pihak PLN menjadi sorotan utama keluhan mereka. Harapan warga sebenarnya sederhana: penanganan yang cepat dan transparan, apalagi di momen-momen penting seperti sekarang.
Artikel Terkait
Pertamina Enduro Juara Proliga Usai Drama Lima Set Melawan PLN
Stuttgart Hajar Hamburg 4-0 dalam Dominasi Mutlak di Bundesliga
Satgas Cartenz 2026 Ungkap Ladang Ganja 226 Batang di Pegunungan Bintang
IHSG Melonjak 2,07%, Catat Kenaikan Mingguan Lebih dari 6%