Muhammad Jafar. Namanya mungkin tak dikenal banyak orang, tapi aksinya di hari naas itu sungguh luar biasa. Saat banjir bandang menerjang kampungnya di Aceh, sementara warga lain berusaha menyelamatkan diri, pemuda ini justru berlawanan arah. Ia bolak-balik menembus arus deras yang menghanyutkan segalanya.
Menurut sejumlah saksi, Jafar tak kenal lelah. Dengan tenaga dan nyali yang sulit dibayangkan, ia berhasil membawa lebih dari seratus warga ke tempat aman. Yang membuatnya makin istimewa, semua itu dilakukannya tanpa ada kamera yang merekam, tanpa sorotan media. Murni dari hati.
Kisahnya mengingatkan kita pada satu hal sederhana: pahlawan sesungguhnya tak selalu berbalut seragam resmi. Kadang, mereka hanya bermodal keberanian dan rasa kemanusiaan yang besar. Di tengah bencana yang memporak-porandakan itu, secercah harapan justru datang dari seorang pemuda biasa.
Tanpa banyak bicara. Hanya bertindak. Dan nyawa-nyawa pun tertolong.
Artikel Terkait
Mantan Menag Yaqut Ajukan Praperadilan atas Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
39 Warga Boven Digoel Mengungsi Pascapenembakan Pesawat oleh KKB
KKB Tembak Pesawat di Papua Selatan, Dua Pilot Tewas
Hari Pers Nasional 2026: Tantangan Media di Era Dominasi Algoritma dan Viralitas