"Warga langsung melakukan pencarian ke tempat korban menyimpan sepeda dan sepedanya masih ada. Warga bersama kepolisian lanjut melakukan pencarian. Namun, hingga tengah malam korban belum juga ditemukan,"
jelas Lodrick lagi.
Pencarian pun diperluas. Polisi berkoordinasi dengan Basarnas Kalbar dan BPBD setempat. Upaya itu berlanjut hingga keesokan paginya.
Dan akhirnya, sekitar pukul delapan pagi, nasib malang itu terungkap. Jenazah Rayadi ditemukan terdampar. Diduga, dia terseret arus pasang yang berubah tiba-tiba. Saat itu, kemungkinan dia sedang fokus mendorong alat sungkurnya ke laut yang lebih dalam.
Setelah ditemukan, keluarga memilih untuk tidak melakukan otopsi. Jenazah segera dibawa pulang, disalatkan, lalu dikebumikan. Sebuah akhir yang pilu bagi warga yang hidupnya bergantung pada laut.
Artikel Terkait
Pemerintah Genjot Biofuel dan Bioetanol untuk Kemandirian Energi
Timnas Indonesia Hadapi Ujian Berat Lawan Bulgaria di Final FIFA Series
Dugaan Nepotisme Warnai Usulan Penerima Bedah Rumah di Desa Nagauleng, Bone
Polemik 41 Dapur MBG di Sulsel: Aturan Dilanggar, Janji Penertiban Menguap