DPR Usulkan Depot BBM Baru di Sumbar untuk Antisipasi Risiko Bencana

- Kamis, 12 Februari 2026 | 10:30 WIB
DPR Usulkan Depot BBM Baru di Sumbar untuk Antisipasi Risiko Bencana

MURIANETWORK.COM - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengusulkan pembangunan depot bahan bakar minyak (BBM) baru milik Pertamina di Pelabuhan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Usulan ini dilontarkan untuk mengantisipasi risiko gangguan pasokan energi di provinsi yang rawan bencana tersebut, yang saat ini hanya mengandalkan satu depot di Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Mengatasi Kerentanan Pasokan di Daerah Rawan Bencana

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan jajaran direksi PT Pertamina di Jakarta, Rabu (11/2/2026), Andre menyampaikan kekhawatirannya secara langsung kepada Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri. Ia menilai keberadaan satu depot tunggal di Bungus menciptakan titik kritis yang berbahaya bagi stabilitas distribusi BBM di seluruh provinsi.

Andre menjelaskan, jika akses jalan menuju Bungus terputus akibat gempa, longsor, atau bencana alam lainnya, maka pasokan untuk wilayah Sumatera Barat bisa terhenti. Selama ini, solusi darurat yang dilakukan adalah dengan mengalihkan pasokan dari depot di provinsi tetangga seperti Riau atau Jambi.

"Di Sumatera Barat kami hanya punya satu depo Pertamina di Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Sumatera Barat adalah provinsi rawan bencana. Saya dari beberapa tahun lalu sudah mengusulkan agar dibangun depo baru di Pasaman Barat, tepatnya di Pelabuhan Air Bangis," tuturnya.

Dampak pada Efisiensi dan Stabilitas

Menurut politisi Fraksi Gerindra tersebut, ketergantungan pada pasokan dari luar daerah dalam situasi darurat bukanlah skenario yang ideal. Pendistribusian dari jarak yang lebih jauh berpotensi menimbulkan keterlambatan, meningkatkan biaya logistik, dan pada akhirnya dapat memengaruhi stabilitas harga serta ketersediaan BBM di tingkat konsumen.

"Kalau jalan ke Bungus putus, distribusi BBM akan terganggu. Akhirnya Sumbar harus disuplai dari Riau atau Jambi. Ini tentu tidak ideal. Karena itu kami minta ada depo baru sebagai jaminan stok saat kondisi darurat," tegas Andre.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar