Begitu pernyataan resmi Teungku Faisal Ali. Suaranya lantang dan jelas. Ia yakin, status nasional itu bukan sekadar label. Itu adalah pintu pembuka. Pintu untuk aksi yang lebih cepat, bantuan yang lebih luas, dan pemulihan infrastruktur yang hancur oleh amukan air dan tanah.
Desakan itu bukan tanpa alasan yang matang. Forum ulama itu melihat situasinya sudah darurat. Butuh langkah-langkah strategis, baik untuk jangka pendek menolong korban maupun rencana jangka panjang membangun kembali.
Tambahan Faisal Ali ini menegaskan bahwa permintaan mereka konkret. Bukan sekadar seruan. Mereka ingin komitmen nyata, alokasi dana yang memadai, dan tindakan yang proporsional dengan kesulitan yang dihadapi masyarakat di lapangan. Suara dari Baiturrahman ini jelas ingin didengar langsung di Jakarta.
Artikel Terkait
Dugaan Nepotisme Warnai Usulan Penerima Bedah Rumah di Desa Nagauleng, Bone
Polemik 41 Dapur MBG di Sulsel: Aturan Dilanggar, Janji Penertiban Menguap
Veda Ega Pratama Catat Lap Tercepat, Tapi Jatuh di Moto3 Amerika Serikat
Prancis Tundukkan Kolombia 3-1, Doue Cetak Brace dalam Laga Uji Coba