Suasana di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Minggu lalu terasa berbeda. Bukan hanya untuk ibadah, ruang itu dipenuhi para ulama dari seantero Aceh yang berkumpul dalam sebuah muzakarah mendesak. Agenda utamanya satu: bencana yang melanda.
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Teungku Faisal Ali, tampil menyuarakan keprihatinan yang mendalam. Ia secara tegas meminta pemerintah pusat, presiden saat ini, untuk menetapkan status bencana nasional. Ini menyangkut banjir bandang dan tanah longsor yang tak hanya menghantam Aceh, tapi juga merambah ke wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Menurutnya, kemampuan pemerintah daerah di wilayah terdampak sudah di ambang batas. "Mereka kewalahan," begitu kira-kira kesan yang tertangkap. Tanpa intervensi pusat yang lebih kuat, penanganan bakal tersendat.
Artikel Terkait
Dugaan Nepotisme Warnai Usulan Penerima Bedah Rumah di Desa Nagauleng, Bone
Polemik 41 Dapur MBG di Sulsel: Aturan Dilanggar, Janji Penertiban Menguap
Veda Ega Pratama Catat Lap Tercepat, Tapi Jatuh di Moto3 Amerika Serikat
Prancis Tundukkan Kolombia 3-1, Doue Cetak Brace dalam Laga Uji Coba