Empat Truk Kontiner Berantem di Bekasi, Lalu Lintas Lumpuh Total

- Minggu, 28 Desember 2025 | 11:12 WIB
Empat Truk Kontiner Berantem di Bekasi, Lalu Lintas Lumpuh Total

Minggu pagi (28/12) di Jalan Sultan Agung, Bekasi, tak seperti biasanya. Suara benturan keras memecah kesibukan, menandai awal dari sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan empat truk kontainer. Kekacauan besi-besi penyok itu merenggut korban: salah seorang sopir mengalami luka di kaki dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Keempat truk itu berjajar di sisi kanan jalan. Pemandangannya cukup mengenaskan. Truk paling belakang kondisinya paling parah bagian depannya nyangkut di kontainer truk di depannya. Seperti terimpit dalam barisan yang salah.

Akibatnya? Lalu lintas langsung macet total. Arus kendaraan tersendat parah, terutama di jam sibuk itu. Untuk mengurai kemacetan yang sudah mengular, polisi terpaksa mengalihkan arus ke jalur lawan arah. Butuh waktu cukup lama sebelum situasi perlahan kembali normal.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut penyebab pastinya masih diselidiki.

“Untuk kronologi lengkap masih kami dalami. Namun dugaan awal mengarah pada faktor teknis kendaraan serta kondisi pengemudi,” ujar Gefri, Minggu lalu.

Menurutnya, Jalan Sultan Agung memang jalur favorit truk-truk kontainer. Aktivitasnya padat sepanjang hari. Faktor seperti itu, jelasnya, sering kali memicu kecelakaan kalau pengemudi atau kendaraannya tak siap.

“Tidak menutup kemungkinan adanya faktor kelelahan sopir, sistem pengereman yang kurang optimal, atau jarak aman antar kendaraan yang tidak terjaga,” tambahnya.

Di sisi lain, proses olah TKP sudah dilakukan polisi. Mereka memeriksa kondisi kendaraan dan menghimpun keterangan saksi. Truk-truk yang rusak pun berhasil dievakuasi agar tak memperparah kemacetan.

Insiden ini kembali mengingatkan semua orang: Jalan Sultan Agung adalah titik rawan. Angka kecelakaan di sini memang tinggi dan terus jadi perhatian.

Gefri pun mengimbau para pengemudi, terutama sopir kendaraan berat, untuk lebih waspada. Patuhi batas kecepatan, pastikan kendaraan prima, dan jaga kondisi fisik sebelum menyetir. Ia juga meminta masyarakat kooperatif dengan arahan petugas di lapangan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan di titik-titik rawan kecelakaan,” tegasnya.

Nasihat yang klise mungkin, tapi nyatanya masih sangat relevan. Di jalanan yang sesak dan penuh risiko seperti Sultan Agung, kewaspadaan ekstra memang bukan pilihan, melainkan keharusan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar