Kerumitan Masalah Teknis
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi pada pesawat itu? Penerbangan JT-111 seharusnya dilayani oleh pesawat Airbus A330 bernomor registrasi PK-LEH. Sebelum terbang, pesawat menjalani pemeriksaan rutin standar. Nah, di sinilah masalahnya muncul.
Dalam pemeriksaan itu, ditemukan komponen tertentu yang harus diganti. Pengerjaannya tidak bisa cepat, butuh waktu lebih lama. Alhasil, Lion Air memutuskan untuk menunda penerbangan sampai semua perbaikan tuntas dan pesawat dinyatakan laik terbang.
Penerbangan yang dijadwalkan berangkat 24 Desember pukul 20.00 waktu setempat itu akhirnya batal. Pesawat PK-LEH butuh penanganan lebih lanjut di Jeddah.
Upaya penyelesaian pun dilakukan. “Sebagai bagian dari proses penanganan dalam upaya memastikan kelancaran operasional, Lion Air mengirimkan suku cadang dari Jakarta ke Jeddah pada 25 Desember 2025 menggunakan pesawat Airbus 330 registrasi PK-LEV,” papar Danang.
“Pada hari yang sama, Lion Air juga menyiapkan opsi keberangkatan menggunakan pesawat tersebut dan menjadwalkan ulang penerbangan JT-111 pada 25 Desember 2025 pukul 20.00 AST,” lanjutnya.
Setelah semua proses rampung, pesawat yang bermasalah akhirnya dinyatakan "serviceable" atau laik terbang.
“Lion Air menjadwalkan keberangkatan jemaah umrah JT-111 pada 26 Desember 2025 pukul 08.00 AST, dengan awak pesawat yang telah dipersiapkan dan siap bertugas,” tutup Danang.
Artikel Terkait
Kevin Diks Jadi Sorotan Usai Insiden Penalti yang Tentukan Kekalahan Indonesia
Nenek di Bondowoso Tewas Tersambar Petir di Dalam Rumah
Angin Puting Beliung Rusak RSUD dan Puluhan Rumah di Jombang
Timnas Indonesia Takluk Tipis 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026