Tragedi 403 Nyawa di Musim Mudik, Tren Kecelakaan Turun 7,2%

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 14:54 WIB
Tragedi 403 Nyawa di Musim Mudik, Tren Kecelakaan Turun 7,2%

Operasi Lilin 2025 baru saja usai, dan data statistiknya sudah keluar. Korlantas Polri melaporkan, selama periode mudik Natal dan Tahun Baru, tercatat 3.183 kasus kecelakaan di jalan raya. Angka yang cukup besar, dan yang lebih memilukan, 403 nyawa melayang dalam rentang waktu itu.

Irjen Pol Agus Suryonugroho selaku Kakorlantas memaparkan, angka-angka ini dikumpulkan mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Meski terasa berat, ada secercah kabar baik dari data tersebut.

Menurut Agus, situasi tahun ini ternyata lebih baik dibanding tahun lalu. Ada tren penurunan yang cukup signifikan, baik untuk jumlah kecelakaan maupun korban jiwa.

"Jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2024 tercatat 3.430 kejadian, sedangkan tahun 2025 tercatat 3.183 kejadian, sehingga mengalami penurunan 247 kejadian atau sekitar 7,20%," jelas Agus pada Sabtu (3/1).

Ia melanjutkan, "Untuk korban meninggal dunia, tahun 2024 tercatat 553 orang. Tahun ini turun jadi 403 orang. Artinya, ada penurunan 150 orang atau sekitar 27,12%."

Pencapaian ini tentu bukan datang begitu saja. Selama musim mudik, polisi memang getol melakukan berbagai rekayasa lalu lintas. Mulai dari sistem satu arah hingga contra flow diterapkan di sejumlah ruas jalan.

"Secara umum, pelaksanaannya berjalan aman dan terkendali," ucap Agus. Ia menilai langkah-langkah itu cukup efektif menjaga kelancaran arus lalu lintas di titik-titik strategis selama operasi berlangsung.

Lalu, bagaimana dengan gelombang kendaraan? Agus juga membeberkan data mobilitas dari empat gerbang tol utama Jakarta: Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa. Periode penghitungannya lebih panjang, sejak 18 Desember hingga 2 Januari.

Hasilnya? Kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai 2.638.186 unit. Sementara yang masuk ke ibu kota sedikit lebih rendah, yakni 2.472.184 kendaraan.

"Kalau dibanding tahun sebelumnya, arus keluar Jakarta mengalami kenaikan," jelasnya. Ini, menurutnya, mencerminkan animo masyarakat untuk berlibur ke luar kota yang cukup tinggi.

Di sisi lain, arus masuk Jakarta justru relatif stabil bahkan cenderung menurun. "Ini menandakan arus balik bisa dikendalikan dengan baik dan tersebar secara merata," pungkas Agus. Sebuah upaya yang, meski belum sempurna, patut diapresiasi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar