"Termasuk Pak Prabowo," ujarnya.
Lalu ia melanjutkan dengan nada yang cukup tajam, "Pak Prabowo itu bukan kepribadian yang teriak-teriak 'Hidup Jokowi'. Itu bukan aslinya Prabowo."
Komentar sang profesor ini tentu bukan muncul di ruang hampa. Latar belakangnya adalah kontroversi yang sedang panas, yaitu saat Kapolri Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Peraturan Kepolisian yang dinilai banyak pihak bertentangan dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi. Situasi inilah yang memantik analisis Ryaas tentang pengaruh Jokowi.
Adapun sorotan pada Prabowo, muncul bersamaan dengan beredarnya video yang menunjukkan ia meneriakkan "Hidup Jokowi". Video itu pun ramai diperbincangkan.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Lolos Langsung ke Q2 Moto3 GP Amerika
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026