Di hadapan para petinggi Satgas PKH dan jajaran Kejagung, Presiden Prabowo Subianto tak menyembunyikan rasa bangganya. Kerja keras tim itu berbuah nyata: 4 juta hektare hutan kembali berfungsi, dan kerugian negara mulai dipulihkan. Sebuah pencapaian yang menurutnya patut diapresiasi.
Menariknya, satgas khusus ini dibentuknya tak lama setelah ia menjabat. Hanya sekitar tiga bulan. Itu menunjukkan betapa urusan penertiban hutan ini ia anggap mendesak. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menitipkan pesan tegas. Ia meminta jajarannya untuk bertindak tanpa ragu.
“Jangan ragu-ragu, tidak pandang bulu. Jangan mau dilobi sini, dilobi sana. Tegakkan peraturan, selamatkan kekayaan negara,”
demikian tegas Prabowo saat acara penyerahan Rp 6,6 triliun dari Satgas PKH di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12).
Namun begitu, ia mengingatkan bahwa semua ini baru permulaan. Pencapaian sejauh ini, meski nominalnya triliunan, masih disebutnya sebagai ‘ujungnya’ saja. Menurut Prabowo, kerugian yang sesungguhnya diderita negara jauh lebih besar dan dalam.
“Hari ini sekian triliun, yang saya katakan baru ujungnya. Sesungguhnya kalau kita pelajari kerugian kita sangat-sangat besar,”
katanya. Suaranya terdengar serius.
Ia bahkan menyebut angka yang fantastis jika penelusuran dilakukan lebih mendalam.
“Kalau kita teliti dengan baik, mungkin dendanya ratusan triliun harus dibayar. Ada yang bandel, mungkin anggap sepele, ya kita sudah buktikan dan kita akan buktikan bahwa kita tidak main-main,”
tambahnya. Pernyataan itu sekaligus jadi peringatan keras bagi siapa pun yang masih mencoba bermain-main dengan aturan. Nada bicaranya jelas: tidak ada toleransi.
Artikel Terkait
Polres Karawang Ungkap 20 Kasus Narkoba dan Obat Ilegal, 24 Tersangka Diamankan
Sembilan WNI Dibebaskan dari Penjara Israel, Proses Pemulangan ke Tanah Air Dimulai
IHSG Anjlok 3,54% ke 6.094, Sentralisasi Ekspor Komoditas oleh BUMN Picu Aksi Jual Besar-besaran
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Batalkan Ibadah Haji, Sebut Belum Rezeki