Ia lalu melanjutkan, "Sehari setelah pemilihan ketua RT dan AMR tidak terpilih, besok paginya dia bawa keluar mimbar dari masjid. Kemudian mimbar itu dibuang di pohon pisang yang masih dalam lindungan masjid."
Aksi pengambilan paksa itu terekam jelas oleh kamera CCTV. Rekaman itulah yang kemudian beredar luas di media sosial, memantik berbagai reaksi. Banyak yang tak habis pikir, kok bisa-bisanya seseorang bertindak seperti itu cuma gara-gara tak terpilih jadi ketua RT. Rasanya, urusan jabatan kecil saja bisa memicu sikap yang sulit dimengerti.
Yang jelas, mimbar itu kini tak lagi di tempatnya. Hanya tersisa rasa kecewa dan pertanyaan tentang rasa kepemilikan yang berubah jadi kekecewaan yang pahit.
Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Tembus Rp2,8 Jutaan per Gram
Longsor Rusak Parah Jalan di Barru, Warga dan Akademisi Desak Perbaikan Segera
Veda Ega Pratama Lolos Langsung ke Q2 Moto3 GP Amerika
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil