Ceritanya bahkan lebih runyam. Anaknya pernah jatuh dan perlu dijahit. Nah, saat waktunya buka jahitan tiba, situasi justru kacau. Jalanan terendam parah, akses benar-benar putus.
Tapi sekarang, semua itu sudah berlalu. Dengan puskesmas beroperasi kembali, Supriadi langsung memanfaatkannya untuk mengecek kadar asam uratnya. Persendiannya belakangan sering nyeri, dan ia butuh obat untuk meredakannya.
Napas lega terdengar dalam kata-kata terakhirnya.
“Alhamdulillah, lega kita bisa berobat. Kalau enggak beroperasi bagaimana kita mau berobat. Bersyukur.”
Kini, di Pantai Cermin, pelan-pelan kehidupan kembali normal. Puskesmas yang berfungsi lagi bukan sekadar bangunan yang buka, tapi tanda bahwa pemulihan benar-benar telah dimulai.
Artikel Terkait
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Pejabat AS