Selasa dini hari, tepatnya pukul 02.32 WIB, sejumlah sekolah di Depok digegerkan oleh email ancaman. Isinya mencekam: mulai dari teror bom, rencana penculikan, pembunuhan, hingga ancaman menyebarkan narkoba.
Email itu datang dari akun berinisial "KLH". Menurut informasi, sepuluh alamat email sekolah menjadi sasarannya.
Lalu, apa motif di balik semua ini? Pengirim email mengaku punya dendam terhadap dunia pendidikan di Depok. Dia juga kesal karena merasa laporannya tidak ditanggapi polisi. Dalam email panjang itu, dia bercerita telah menjadi korban pemerkosaan. Pelakunya, katanya, menolak bertanggung jawab untuk menikahinya. Kemarahan itulah yang sepertinya mendorongnya bertindak.
Dia bahkan tak segan menyebut identitasnya. Nama lengkapnya diinisialkan KLH, mengaku alumni SMPIT-SMAIT Pesantren N dan universitas T. Alamat di Jalan Jati Ulin, Kecamatan Beji, Kota Depok, juga dia tulis.
"Gua gak takut sama apa yang akan gua lakukan dengan nama almamater gua," tulisnya dalam email bernada menantang.
Polisi Bergerak Cepat
Mendapat laporan, Polres Depok langsung bergerak. Tim diterjunkan ke beberapa lokasi yang disebutkan, termasuk SMA Arrahman Depok. Suasana pun jadi tegang.
Di lokasi, terlihat mobil rantis dan personel lengkap. Tim Gegana dan teknisi bom dari Brimob juga ada di sana, bersiaga memeriksa setiap sudut. Warga sekitar hanya bisa memandang dengan cemas, menunggu kabar lebih lanjut dari pihak berwajib.
Artikel Terkait
Ibu di Deli Serdang Terancam Pidana Usai Rekayasa Laporan Begal untuk Lepas dari Cicilan
Akademisi dan Praktisi Hukum Laporkan Hakim Konstitusi Adies Kadir ke MKMK
Ma.ja Watch, dari Kecintaan pada Kayu dan Budaya ke Panggung Internasional
Komisi Yudisial Dukung KPK Usut Korupsi Hakim PN Depok