Trotoar di depan Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, memang bikin geleng-geleng. Sempit, penuh halangan, dan sama sekali nggak ramah buat pejalan kaki. Nah, kondisi yang sudah lama mengganggu ini akhirnya mendapat tindakan dari Satpol PP DKI Jakarta. Penertiban dilakukan tak lama setelah ada media yang meliput dan mengangkat masalah tersebut.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengonfirmasi aksi mereka.
"Untuk trotoar yang viral di benhil sudah ditindaklanjuti sama jajaran Abang," katanya, Senin (22/12).
Satriadi bilang, mereka merespons aduan yang beredar di media sosial. Intinya sih, soal peti kayu dan kerucut parkir yang seenaknya menempati badan trotoar.
"Hasil 30 peti kayu dan kerucut telah ditertibkan," ujarnya.
Meski sudah dibersihkan, persoalan trotoar Benhil sepertinya belum selesai. Masalahnya lebih mendasar dari sekadar barang berserakan.
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang cukup parah. Sekitar lima tiang berdiri kokoh di sepanjang jalur, dan dua di antaranya percaya atau tidak tepat menghalang di tengah-tengah trotoar. Tiang lain meski di pinggir, tetap saja mempersempit ruang gerak. Belum lagi ada banner panjang yang terpasang di salah satu tiang, hampir menutup seluruh jalur.
Kalau cuma tiang mungkin masih bisa diakali. Tapi deretan cone parkir, kayu-kayu, dan tali rafia yang berserakan benar-benar memotong alur jalan. Pejalan kaki dipaksa untuk melangkahi rintangan, berbelok, atau berhenti sejenak memastikan langkahnya aman. Sungguh melelahkan.
Moko (30), seorang pejalan kaki yang rutin melintas, merasakan betul dampaknya. Ia baru saja berlari dari Benhil ke Kebon Sirih dan kembali melewati jalur yang sama jalur yang juga ia gunakan setiap pulang kerja.
"Ya ini kan mana udah sempit ya di atas, terus ada tiang, ada dibatasin ini. Jadi aksesnya udah cuma buat satu orang aja, udah dibatasin ini, nyusahin pejalan kaki sih. Jadi mana yang di bawahnya buat parkiran mobil, mau ke yang seberang jalan juga takut keserempet gitu sih. Jadi minusnya di Benhil ini meskipun dekat Sudirman, tapi akses ke Benhilnya masih kurang diperhatiin sih pejalan kaki," keluhnya.
Lalu, apa solusi jangka panjangnya? Menurut Dinas Bina Marga DKI Jakarta, penataan trotoar di Jalan Bendungan Hilir sudah masuk dalam rencana. Namun, jangan terlalu berharap cepat. Program penataan bertahap itu baru dijadwalkan mulai berjalan pada 2026.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan hal ini. Ia menegaskan bahwa trotoar seharusnya berfungsi sebagai ruang yang aman bagi pejalan kaki, apalagi di kawasan ramai seperti Benhil yang dekat dengan akses transportasi umum.
Namun begitu, ada sedikit harapan. Siti menyebut, jika ada kewajiban dari pengembang di sekitar lokasi, pihaknya akan berkoordinasi untuk memastikan kewajiban perbaikan itu dipenuhi. Jadi, mungkin saja perbaikan bisa datang lebih cepat dari 2026. Tapi ya itu, kita tunggu saja realisasinya.
Artikel Terkait
Pandji Selesaikan Pemeriksaan Kasus Dugaan Penistaan Agama di Polda Metro Jaya
Islah Bahrawi Tolak Wacana Polri Dibawah Kementerian, Desak Tetap di Bawah Presiden
Pandji Pragiwaksono Jalani Klarifikasi di Polda Metro Terkait Laporan Penistaan Agama
Relawan Peringatkan Love Scam Kini Incar Anak SD dan Perempuan Berpendidikan