Begitu pula dengan Perpustakaan Nasional RI. Gedungnya menjulang setinggi 126 meter di lokasi yang sama, Gambir. Koleksi bukunya mencapai lebih dari 8 juta judul. Tak seorang pun menyebutnya perpustakaan kelurahan. Ia adalah perpustakaan nasional.
Nah, dari sini kita bisa ambil pelajaran. Status nasional itu tidak ditentukan oleh luas wilayah atau sebaran geografisnya. Yang jadi ukuran justru nilai pentingnya dan tanggung jawab yang diembannya. Ambil contoh jalan nasional di kampung halaman saya. Panjangnya kalah jauh dibanding total jalan provinsi dan kabupaten di sana. Tapi statusnya tetaplah jalan nasional.
Dengan logika itu, jadi sangat aneh ketika bencana dahsyat yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dianggap tidak layak disebut bencana nasional hanya karena 'baru' terjadi di tiga provinsi. Ada yang salah dalam cara berpikir ini.
Kalau masalahnya bukan di logika, saya khawatir ini adalah sebuah doa yang terlalu mengerikan jika sampai terkabul.
Artikel Terkait
Antrean Kendaraan Mulai Mengular di Bakauheni Jelang Puncak Arus Balik Lebaran
Semifinal Lomba Domino IKATSI Unhas Berlangsung Sengit di Unhas Hotel
Harga Emas Batangan di Pegadaian Masih Stabil di Awal Pekan
Hiu Penjemur Raksasa Muncul di Perairan Dekat Pelabuhan Makassar