Acara Indonesia Updates di Beijing Jumat lalu (19/12) jadi momen yang cukup hangat. Di sana, Wakil Dubes RI untuk China yang baru, Irene, untuk pertama kalinya bertemu dan menyapa langsung warga Indonesia serta rekanan KBRI Beijing. Ruangan dipenuhi oleh beragam wajah mulai dari pengusaha, perwakilan asosiasi, jurnalis, hingga pelajar Indonesia yang sedang menimba ilmu di sana.
Dalam perkenalannya, Irene langsung menegaskan komitmennya. Ia berjanji akan terus mengokohkan kemitraan Indonesia-China, yang fondasinya sudah diletakkan oleh Dubes Djauhari Oratmangun. “Ini tugas, tapi sekaligus kehormatan bagi saya,” begitu kira-kira semangat yang ingin ia sampaikan.
Menurutnya, punya pengalaman tinggal dan belajar di Tiongkok dulu memberinya pemahaman lebih dalam soal budaya dan semangat masyarakat setempat. Hal itu ia anggap sebagai bekal berharga.
“Pengalaman itu buka peluang buat saya belajar dan pahami betul kekayaan budaya serta spirit masyarakat China. Makanya, penugasan di Beijing ini bukan cuma tanggung jawab, tapi juga privilege. Saya ingin bisa berkontribusi nyata,”
ungkap Irene dalam rilis tertulis yang diterima Minggu (21/12).
Soal agenda kerja, Irene menyodorkan tiga misi pokok. Pertama, tentu saja menjaga hubungan dan kepercayaan di tingkat pimpinan kedua negara. Itu berarti membangun dialog strategis dan merajut kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak.
Lalu yang kedua, ia ingin mendorong kolaborasi yang manfaatnya benar-benar bisa dirasakan rakyat. Bidangnya beragam: dari perdagangan dan investasi, lompat ke isu-isu kekinian seperti pembangunan hijau dan transformasi digital, sampai hal mendasar seperti kesehatan, pendidikan, dan hubungan kemanusiaan.
Dan yang tak kalah penting, misi ketiga adalah memperkuat komunitas WNI di China. Mereka harus merasa didukung dan punya rumah jauh dari rumah.
Menyambut kedatangan Irene, Dubes Djauhari Oratmangun menyambut positif. Ia yakin kehadiran wakilnya yang baru ini bakal memberi energi segar.
“Kehadiran Ibu Wakil Duta Besar baru ini akan memperkokoh kinerja diplomasi dan team work. Kita bisa bersinergi dengan Deputy Chief of Mission KBRI, Bapak Parulian Silalahi, seluruh tim KBRI, dan tentu saja para mitra kita,”
kata Djauhari penuh keyakinan.
Nampaknya, langkah awal ini sudah memberi sinyal yang jelas. Diplomasi Indonesia di China tak cuma berjalan, tapi berusaha diperkuat dari dalam.
Artikel Terkait
Rem Blong Truk Pasir Picu Tabrakan Beruntun di Exit Tol Cilegon Timur
Presiden Prabowo Gelar Forum Dialog Bahas Arah Politik Luar Negeri
5 Februari dalam Catatan: Apollo 14 Mendarat di Bulan hingga Pemberontakan Kapal Belanda
Adies Kadir Segera Dilantik sebagai Hakim MK di Hadapan Presiden Prabowo