Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, akhirnya angkat bicara. Kabar soal bantuan beras 30 ton dari Uni Emirat Arab yang katanya akan dipulangkan, ia pastikan tidak benar. Justru, bantuan kemanusiaan itu akan segera sampai ke tangan korban banjir.
“Ini bukan bantuan G2G. Jadi bukan dari negara Uni Emirat Arab, melainkan dari NGO,” jelas Bobby saat ditemui Jumat lalu.
Ia menegaskan, karena sumbernya dari organisasi nonpemerintah di UEA, maka penyalurannya pun diserahkan kepada NGO lokal. Pemerintah Kota Medan memilih Muhammadiyah untuk mengelola logistik tersebut. Alasannya jelas: Muhammadiyah punya jaringan dan pengalaman yang mumpuni di lapangan.
“Sebenarnya bukan dipulangkan,” ujar Bobby meluruskan. “Tapi karena ini bantuan dari NGO, maka diserahkan kepada NGO yang ada di Indonesia, yaitu Muhammadiyah. Nanti mereka yang akan menyalurkan kepada para korban.”
Di sisi lain, respons dari Muhammadiyah pun datang dengan cepat. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyambut baik kepercayaan dari Pemprov Sumut dan mitra dari UEA itu.
“Dalam kerja-kerja kemanusiaan, Muhammadiyah tidak mempermasalahkan status kebencanaan. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, di situlah Muhammadiyah bergerak,” tegas Haedar.
Prinsip mereka sederhana: sedikit bicara, banyak bekerja. Aksi nyata, cepat, dan tepat sasaran jadi prioritas utama. Menurutnya, bantuan beras itu akan segera didistribusikan sebagai bentuk komitmen organisasinya untuk terus berkhidmat.
Jadi, intinya sudah jelas. Bantuan 30 ton beras itu tidak akan kemana-mana. Saat ini, proses penyaluran sedang dipersiapkan agar segera meringankan beban warga yang terdampak banjir.
Artikel Terkait
Rem Blong Truk Pasir Picu Tabrakan Beruntun di Exit Tol Cilegon Timur
Presiden Prabowo Gelar Forum Dialog Bahas Arah Politik Luar Negeri
5 Februari dalam Catatan: Apollo 14 Mendarat di Bulan hingga Pemberontakan Kapal Belanda
Adies Kadir Segera Dilantik sebagai Hakim MK di Hadapan Presiden Prabowo