Uji Forensik Ijazah Jokowi: Saatnya TNI Ambil Peran?

- Minggu, 21 Desember 2025 | 10:00 WIB
Uji Forensik Ijazah Jokowi: Saatnya TNI Ambil Peran?

Laboratorium Forensik TNI, Kenapa Tidak?

Oleh M Rizal Fadillah

Kasus ijazah palsu yang menjerat nama Jokowi ini memang serius. Bahkan, bisa dibilang sangat menentukan. Rakyat menunggu. Ijazah yang sekarang disita Polda Metro Jaya itu, alangkah baiknya kalau diuji bersama-sama. Partisipasi lebih banyak lembaga justru akan memperkuat hasilnya. Akurasinya pun jadi lebih terjamin.

Nah, soal lembaga, sebenarnya banyak yang punya kemampuan. Lembaga penelitian, kampus, bahkan TNI punya sarana uji forensik. Menurut saya, sekarang ini waktunya untuk kolaborasi. Polri harus legawa berbagi. Tanpa disangka, persoalan ijazah ini malah berubah jadi semacam bencana nasional. Dampaknya luas, menyentuh banyak sisi kehidupan kita.

Rasanya naif banget kalau kita cuma disuruh nunggu pengumuman dari Kepolisian. Soalnya, kepercayaan publik terhadap institusi itu lagi merosot. Proses penyidikan yang sampai menetapkan delapan orang sebagai tersangka itu, bagi banyak kalangan, justru menunjukkan Polri tidak benar-benar netral.

Jokowi masih dianggap ‘bapak emas’ bagi Polisi. Mengusik Jokowi, rasanya seperti mengusik Kepolisian juga. Kalau benar begitu, ya kondisi kita parah. Jasa Jokowi mewujudkan konsep "polisi di mana-mana" plus hubungan spesialnya dengan Kapolri, dinilai banyak orang justru mengganggu profesionalisme Polri sendiri. Ia bagai hantu yang menakut-nakuti.

Di sisi lain, kita punya TNI. Mereka memiliki unit laboratorium forensik di bawah POM, ada di tiap matra darat, laut, udara. Lab ini dibangun untuk mendukung penyidikan dan penegakan hukum internal militer secara ilmiah. Keberadaannya bahkan sudah berstandar akreditasi internasional. Tujuannya jelas: agar proses hukum di internal TNI punya dasar bukti yang valid dan saintifik.

Jadi, kolaborasi uji forensik untuk ijazah ini bukan cuma soal kemampuan teknis semata. Ini lebih pada persoalan kepercayaan. Memang, lab forensik Mabes Polri itu canggih. Tapi kecanggihan itu tidak sebanding dengan tingkat kepercayaan publik yang sedang tipis. Banyak yang curiga ada rekayasa dalam kerja-kerja Kepolisian belakangan ini.

Prabowo, selaku pemegang otoritas, sebaiknya mengambil sikap tegas. Bantu selesaikan kasus dugaan ijazah palsu ini. Perintahkan TNI, lewat Menhan Syafrie Syamsudin, untuk "membantu" Kepolisian melakukan uji forensik. Minta izin agar TNI bisa menguji langsung dokumen itu. Semua harus demi bangsa, bukan untuk kepentingan pribadi atau institusi. Ijazah Jokowi harus dibongkar oleh lembaga di luar Polri.

Ini bukan cuma soal kedaulatan. TNI harus maju selangkah. Persoalan kejahatan yang diduga dilakukan Jokowi, khususnya kasus ijazah palsu yang menghebohkan dalam dan luar negeri ini, harus melibatkan TNI. Manfaatkan saja laboratorium forensik milik mereka untuk membantu membuktikan status ijazah tersebut.

Singkatnya, TNI dituntut tampil sekarang. Untuk menyelamatkan negara dari perilaku zalim dan munafik Jokowi beserta keluarganya.

Tumbangkan oligarki pengkhianat demokrasi.

Bongkar semua kepalsuan. Dan itu bisa dimulai dari selembar ijazah.

") Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 21 Desember 2025

Komentar