Pilot Kunci Kokpit di Mexico City, Protes Gaji Tertunda Lima Bulan

- Minggu, 21 Desember 2025 | 04:54 WIB
Pilot Kunci Kokpit di Mexico City, Protes Gaji Tertunda Lima Bulan

Suasana di sebuah pesawat di Bandara Mexico City mendadak tegang Jumat lalu. Pilotnya, alih-alih mempersiapkan lepas landas, justru mengunci diri di kokpit. Aksi ini bukan tanpa alasan. Ia memprotes keterlambatan pembayaran gaji yang sudah menumpuk hingga lima bulan, plus biaya perjalanan yang belum juga cair.

Dari dalam kokpit yang terkunci, suaranya terdengar jelas di kabin penumpang yang sudah menunggu.

"Pesawat ini tidak akan berangkat sampai mereka membayar apa yang menjadi hak kami,"

Begitu kira-kira penggalan pernyataannya yang dilaporkan AFP. Ratusan penumpang yang seharusnya terbang menuju Cancun, kota resor Karibia yang cerah, terpaksa menyimak protesnya. Nada suaranya terdapat campuran rasa marah dan bersalah.

"Saya merasa kasihan kepada Anda, karena Anda tidak pantas menerima ini,"

Ia kemudian bercerita tentang pengabdiannya. "Saya telah bekerja di maskapai ini hampir tiga tahun, dan tak pernah sekalipun gagal menyelesaikan penerbangan," ujarnya. Sebagai seorang ayah dari tiga anak, tuntutan hidup jelas menjadi tekanan tambahan yang membuatnya mengambil langkah drastis ini.

Di sisi lain, otoritas bandara tak tinggal diam. Lewat sebuah postingan di platform X, pengelola Bandara Internasional Benito Juarez mengonfirmasi bahwa otoritas penerbangan sipil telah turun tangan menyelidiki insiden yang terjadi pada sore hari itu.

Bagaimana akhir ceritanya? Menurut sejumlah laporan media lokal, sang kapten akhirnya ditahan. Para penumpang, tentu saja, dievakuasi dari pesawat. Penerbangan yang semestinya membawa mereka ke pantai berpasir putih itu pun akhirnya tak pernah meninggalkan tanah.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar