Catatan di Buku Kecil Teddy: Janji atau Sekadar Arsip di Tengah Duka Agam?

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 19:40 WIB
Catatan di Buku Kecil Teddy: Janji atau Sekadar Arsip di Tengah Duka Agam?

Di sebuah posko pengungsian di Agam, suasana masih terasa berat. Presiden Prabowo Subianto tengah meninjau lokasi, melihat dari dekat dampak banjir dan longsor yang melanda. Di sampingnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ikut serta, menyimak setiap cerita yang terlontar dari warga.

Teddy, dengan kemeja putihnya, tampak memegang buku catatan kecil. Perhatiannya tertuju pada seorang ibu yang wajahnya masih membalut perban hasil pertolongan dokter kepolisian di posko kesehatan setempat. Ibu itu mulai bercerita. Tak lama, beberapa ibu lainnya pun mendekat, mengelilingi Teddy. Suara mereka bersahutan, menyampaikan keluhan dan kebutuhan yang mendesak.

Mendengar itu, Teddy langsung membuka buku catatannya. Dengan pulpen di tangan, ia mencatat point-point penting yang disampaikan para ibu. Gerakannya cepat, serius, seolah tak ingin ada satu pun permintaan yang terlewat.

Namun begitu, momen yang terlihat tulus ini tak luput dari sorotan warganet. Di media sosial, salah satu komentar nyeleneh langsung mencuri perhatian. Seorang netizen berkomentar singkat,

"kalo nyatet doang rakib atid juga nyatet"

Ungkapan itu, meski bernada guyon, seolah menyiratkan keraguan. Apakah catatan itu akan benar-benar ditindaklanjuti, atau sekadar menjadi arsip semata? Di sisi lain, bagi para ibu di posko itu, kedatangan dan kesediaan mendengar mungkin sudah menjadi secercah harapan. Mereka butuh solusi, dan catatan di buku kecil itu adalah janji pertama yang mereka pegang.

Kejadian ini terekam saat peninjauan di SD Negeri 05 Kayu Pasak Palembayan, Kamis lalu. Teddy, yang juga seorang letnan kolonel TNI, tampak aktif menjalankan perannya sebagai penghubung antara keluhan di lapangan dengan meja kebijakan di Jakarta. Apa yang ia tulis hari itu, hanya waktu yang bisa menjawab hasilnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar