Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kemarin jadi sorotan. Bukan cuma karena mendampingi Presiden Prabowo, tapi karena aksinya yang sederhana: mendengar dan mencatat keluhan para ibu pengungsi di Agam. Ada yang bilang, momen itu terasa sangat manusiawi.
Di sisi lain, netizen punya komentar lain. Seperti yang viral di media sosial, ada yang berkomentar, "kalo nyatet doang rakib atid juga nyatet". Ya, sindiran ringan itu langsung bikin banyak orang tersenyum. Tapi di balik guyonan itu, ada cerita yang lebih dalam.
Catatan Kecil di Tengah Bencana
Kejadiannya berlangsung saat peninjauan posko pengungsian korban banjir dan longsor di SD Negeri 05 Kayu Pasak, Palembayan. Teddy, dengan kemeja putihnya, tampak memegang buku dan pulpen. Ia tidak hanya berdiri di belakang, tapi turun langsung mendekati warga.
Perhatiannya tertuju pada seorang ibu yang wajahnya terluka. Ibu itu sudah ditangani dokter kepolisian di posko kesehatan setempat. Teddy mendekat, lalu berbincang. Tak lama, beberapa ibu-ibu lain pun mendatangi mereka. Suasana jadi cair.
Artikel Terkait
Pemerintah Pacu Pembentukan Badan Pengawas Data Pribadi, Targetkan Perpres 2026
Sepuluh Ribu Rupiah yang Tak Terbeli: Ketika Sebatang Pena Menjadi Harga Sebuah Nyawa
HNW Pertanyakan Nasib Kampung Haji dalam RKAT BPKH 2026
Prabowo dan Alarm Demokrasi: Ketika Kritik Dikira Ancaman