Nestlé dan Warga Pasuruan Tanam Ribuan Bakau untuk Selamatkan Pesisir

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 17:48 WIB
Nestlé dan Warga Pasuruan Tanam Ribuan Bakau untuk Selamatkan Pesisir

Di bawah terik matahari yang mulai merangkak naik, lebih dari seratus orang berkumpul di pesisir Desa Watuprapat, Pasuruan, Kamis lalu. Mereka adalah karyawan Nestlé, perwakilan pemerintah daerah, dan warga setempat yang bersatu dalam satu aksi: menanam bakau. Program BersamaNestlé ini tak hanya berhenti di Jawa Timur. Rencananya, kegiatan serupa akan menyusul di Batang, Jawa Tengah, dan Karawang, Jawa Barat.

Di Pasuruan saja, seribu bibit bakau berhasil ditancapkan ke lumpur. Acara yang bertajuk “Aksi Nyata Hijaukan Pesisir” itu dihadiri sejumlah pejabat. Mulai dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jatim, Nurkholis, hingga Factory Manager Nestlé Indonesia Pabrik Kejayan, Imelda Mayasari, turun langsung ke lokasi.

Menurut Imelda, langkah ini bukan sekadar seremonial belaka. “Selama lebih dari 50 tahun, Nestlé Indonesia berupaya menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat dan bumi,” ujarnya.

“Kegiatan penanaman bakau di sini adalah wujud nyata kontribusi kami. Selain untuk mitigasi perubahan iklim, kami juga ingin meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pelestarian lingkungan.”

Komitmen itu memang punya alasan yang kuat. Data terbaru dari Global Carbon Project menyebutkan, emisi CO₂ fosil Indonesia pada 2024 mencapai 812,2 juta ton per tahun. Angka yang tidak kecil. Di sisi lain, ekosistem bakau punya peran krusial sebagai penyerap gas rumah kaca alami. Ia jadi solusi yang relevan untuk menurunkan konsentrasi karbon di atmosfer sekaligus menjaga keseimbangan garis pantai.

Nah, inisiatif Nestlé ini rupanya sejalan dengan agenda pemerintah. Ada Strategi Nasional Pengelolaan Lahan Basah dari Bappenas yang menargetkan rehabilitasi bakau hingga tahun 2045. Untuk periode 2025-2029 saja, targetnya adalah merehabilitasi hampir 50 ribu hektar lahan. Itu bagian dari roadmap jangka panjang yang totalnya menembus 245 ribu hektar lebih.

Pilihan lokasi di Jawa Timur pun tampaknya tepat. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2024, provinsi ini punya kawasan bakau terluas di Pulau Jawa, mencakup lebih dari 30 ribu hektar atau hampir setengah dari total di pulau tersebut.

Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Eka Wara Bhrespati, Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Pasuruan, mengapresiasi ikhtiar Nestlé ini. Menurutnya, penanaman bakau adalah upaya konkret menanggulangi bencana alam di wilayah pesisir.

“Besar harapan kami PT Nestlé Indonesia bisa mengembangkan kegiatan serupa lagi. Untuk merestorasi dan menjaga ekosistem pesisir demi masa depan yang lebih baik. Pasuruan bangkit, bersama kita bisa,” ungkap Eka.

Antusiasme terasa dari para sukarelawan di lapangan. Seperti Eko Rudianto, salah satu peserta yang dengan semangat mengikuti aksi tersebut.

“Saya senang bisa ikut serta hari ini. Semoga yang kami lakukan ini benar-benar bisa membantu menjaga lingkungan untuk anak-cucu kita nanti,” kata Eko.

Setelah Pasuruan, program BersamaNestlé akan berlanjut. Rencananya, akan ada penanaman seribu pohon di Batang dan empat ribu bakau lagi di Karawang. Sebuah langkah kecil di titik-titik tertentu, yang diharapkan bisa memberi dampak besar bagi pesisir Indonesia.

Komentar