"Enggak melihat ini saudaranya siapa, ini ponakannya siapa, kroninya siapa. Kroni boleh tapi kalau enggak bisa striker, enggak bisa dapat gol, ya enggak bisa dimainkan."
"Enggak ditanya orang tuanya siapa, sukunya apa, agamanya apa, enggak ditanya, enggak boleh ditanya," tambahnya tegas.
Pernyataan itu bukan tanpa konteks. Indonesia, diakui Prabowo, adalah mozaik yang kaya. Keragaman suku, budaya, dan bahasa adalah realitas yang tak terbantahkan. Namun begitu, di balik keberagaman itu, ada satu hal yang harus dijaga bersama: persatuan.
"Jadi saudara-saudara, kuncinya adalah kekompakan, kerja sama, unity, persatuan," jelasnya.
Lalu dia merinci, "Dan persatuan artinya harus setia. Setia kepada siapa? Jangan setia kepada orang, kita harus setia kepada nilai-nilai, setia kepada tanah air, setia kepada bangsa, setia kepada rakyat."
Hanya dengan fondasi itulah, katanya, hasil yang baik bisa diraih. Pesannya sederhana namun mendasar, disampaikan di antara sorak dan harapan ratusan penerima kunci rumah.
Artikel Terkait
KPK Gelar Ops Tangkap Tangan di Jakarta dan Banjarmasin, Status Tersangka Masih Dirahasiakan
Peta Jalan AI Indonesia 2026-2029 Resmi Dikebut, Dukung Program Makan Bergizi Gratis hingga Perangi Hoaks
Kritik Khozinudin ke MUI: Dukung Dewan Perdamaian Trump, Legitimasi Kezaliman Israel?
Pramono Anung Larang Atap Seng untuk Rumah Baru di Jakarta