Di tengah acara Turun Tangan Festival 2025 di Taman Ismail Marzuki, Minggu lalu, Anies Baswedan menyoroti persoalan yang menurutnya sedang menggerogoti negeri: krisis kepercayaan publik. Mantan Gubernur DKI itu bicara blak-blakan. Ia melihat ada yang salah dalam cara kita membangun kepercayaan itu sendiri.
"Kita punya PR besar, yaitu mengisi kepercayaan publik," ujarnya.
Lalu ia menyinggung sebuah fenomena yang kerap kita saksikan. "Akhir-akhir ini, banyak orang datang ke tempat bencana. Tapi, yang terjadi bukan kepercayaan yang tumbuh, malah sinisme yang meninggi. Betul nggak, teman-teman?" tanya Anies pada hadirin.
Menurutnya, masyarakat sekarang ini benar-benar kehilangan kepercayaan terhadap para pejabat. Suasana skeptis itu begitu terasa di mana-mana. Namun begitu, di balik krisis itu, Anies justru melihat secercah harapan. Bukan datang dari atas, melainkan dari bawah.
Kekosongan teladan kepemimpinan moral, katanya, pelan-pulai mulai diisi oleh warga biasa. Orang-orang yang bekerja dengan jujur dan punya kepedulian nyata dalam kerja-kerja kemanusiaan sehari-hari.
"Kita menyaksikan hari-hari ini," tambahnya dengan nada lebih tegas.
"Mereka-mereka yang tak punya jabatan, tak punya tanda tangan untuk menggerakkan anggaran, dan tak punya kantor megah. Tapi, panggilan hati mereka justru bisa menggerakkan ribuan orang lain. Mengajak semua peduli pada nasib saudara yang sedang menderita."
Baginya, itu adalah bukti nyata. Ruang kepercayaan yang ditinggalkan kosong itu kini diberikan publik pada pribadi-pribadi baru.
"Artinya, kita sedang menyaksikan proses pengisian ruang kosong tadi oleh pribadi-pribadi baru. Saya berharap, yang ada di ruangan ini adalah stok pemimpin masa depan. Calon-calon yang akan mengisi kepercayaan untuk kepemimpinan di waktu yang akan datang," pungkas Anies menutup kuliah umumnya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi